Nasional

Bung Hatta Tolak Uang Saku Perjalanan Dinas: Kembalikan ke Negara, Itu Uang Rakyat!

REPUBLIKA.CO.ID, Pemberitaan korupsi saban hari kian kencang. Para pejabat yang sedang menikmati empuknya kursi kekuasaan dengan mudah dan tanpa berdosa nilep duit negara. Padahal, rakyat banting tulang dan peras...

13 Agustus 2026, pukul 11:39 WIB · dibaca 0 kali

REPUBLIKA.CO.ID, Pemberitaan korupsi saban hari kian kencang. Para pejabat yang sedang menikmati empuknya kursi kekuasaan dengan mudah dan tanpa berdosa nilep duit negara. Padahal, rakyat banting tulang dan peras keringat hanya sekadar untuk bertahan hidup. Namun, tidak semua pejabat Indonesia punya jiwa korupsi. Satu dari sedikit pejabat yang takut memakan duit haram adalah Mohammad Hatta, wakil presiden pertama Indonesia.

Kisah kejujuran Mohammad Hatta mungkin bagi pejabat di Indonesia adalah sebuah legenda. Bung Hatta, yang pernah menduduki jabatan sangat penting di republik ini, adalah sosok pria yang dikenal sederhana dan tak gila harta. Bahkan, biaya perjalanan dinasnya pun ia kembalikan ke negara ketika mengetahui ada kelebihan uang saku.

Baca Juga

Cerita berawal dari tuturan I Wangsa Widjaja, sekretaris pribadi sang wakil presiden. Dalam buku yang ditulisnya berjudul Mengenang Bung Hatta, Wangsa, pria yang puluhan tahun mendampingi Bung Hatta, merawikan jika bosnya selalu mengembalikan kelebihan uang negara yang diberikan sebagai anggaran perjalanan dinas.

Pada 1970, ketika sudah tidak lagi menjadi wapres, Bung Hatta diundang ke Irian Jaya--sekarang bernama Papua. Sebagai catatan, Irian adalah akronim dari Ikut Republik Indonesia Anti Nederland yang diberikan pahlawan nasional asal Papua, Frans Kaisiepo. Namun, nama Irian diubah kembali menjadi Papua oleh Gus Dur saat masih menjadi presiden.

Kembali ke kisah Bung Hatta. Saat diundang ke Irian Jaya, Bung Hatta juga meninjau tempat ia pernah dibuang pada masa kolonial Belanda. Drama pun terjadi ketika Bung Hatta disodori amplop berisi "uang saku" setelah ia dan rombongan tiba di Irian. "Surat apa ini?" tanya Bung Hatta.

Dijawab oleh Sumarno, menteri koordinator keuangan saat itu yang mengatur kunjungannya, "Bukan surat, Bung. Uang, uang saku untuk perjalanan Bung Hatta di sini."

"Uang apa lagi? Bukankah semua ongkos perjalanan saya sudah ditanggung pemerintah? Dapat mengunjungi daerah Irian ini saja saya sudah harus bersyukur. Saya benar-benar tidak mengerti uang apa lagi ini?"

"Lho, Bung… ini uang dari pemerintah, termasuk dalam biaya perjalanan Bung Hatta dan rombongan," kata Sumarno coba meyakinkan Bung Hatta.

"Tidak, itu uang rakyat. Saya tidak mau terima. Kembalikan," kata Bung Hatta menolak amplop yang disodorkan kepadanya.

Loading...
Lihat di situs asli

Berita terkait