Nasional

Bupati Magelang Resmikan Wayang Relief Karya Wito Prasetyo di Museum Borobudur

REPUBLIKA.CO.ID, MAGELANG, – Bupati Magelang Grengseng Pamuji meresmikan wayang relief karya Wito Prasetyo di Museum Candi Borobudur (MCB), Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, pada Sabtu. Peresmian ini menandai sebuah lompatan...

20 Juni 2026, pukul 19:03 WIB · dibaca 0 kali

REPUBLIKA.CO.ID, MAGELANG, – Bupati Magelang Grengseng Pamuji meresmikan wayang relief karya Wito Prasetyo di Museum Candi Borobudur (MCB), Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, pada Sabtu. Peresmian ini menandai sebuah lompatan inovasi budaya yang mentransformasikan relief statis candi menjadi karya seni pertunjukan yang dinamis dan telah dilindungi hak cipta.

Dalam sambutannya, Bupati Grengseng menyampaikan apresiasi dan rasa bangga yang luar biasa atas dibukanya ruang inovasi budaya melalui peluncuran wayang relief tersebut. Ia menegaskan bahwa Kabupaten Magelang adalah bumi yang diberkahi peradaban agung, di mana relief Candi Borobudur bukan sekadar batu mati, melainkan kitab visual sarat nilai moral, spiritual, dan tatanan kehidupan.

Transformasi Relief Tiga Dimensi

Bupati menilai karya Wito Prasetyo sebagai sebuah lompatan kreativitas yang luar biasa. Seniman tersebut berhasil mentransformasikan relief-relief tiga dimensi di dinding candi menjadi bentuk Wayang Relief yang dinamis. Lebih dari sekadar karya seni, langkah Wito Prasetyo mendaftarkan dan memegang resmi Hak Cipta atas Wayang Relief ini dinilai sebagai edukasi besar bagi masyarakat.

"Ini adalah bukti kesadaran hukum yang tinggi bahwa aset budaya dan kekayaan intelektual lokal harus dilindungi secara legal agar tidak hilang atau diklaim oleh pihak lain," ujar Bupati. Ia menyebut inisiatif ini sebagai contoh nyata sinergi modern yang menjaga keluhuran tradisi masa lalu, mengemasnya dengan kreativitas masa kini, dan membentenginya dengan perlindungan hukum masa depan.

Pementasan Cerita Sasa Jataka

Melengkapi momentum peresmian, acara juga dimeriahkan dengan pementasan wayang oleh Ki Pamedar yang membawakan cerita "Sasa Jataka" atau Kelinci Bijak. Cerita Jataka ini sarat akan ajaran tentang hakikat pengorbanan, ketulusan, welas asih, dan kebijaksanaan yang tinggi.

Di tengah dinamika zaman yang sering menggerus nilai-nilai kemanusiaan, kisah Sasa Jataka diharapkan menjadi refleksi dan cermin yang tajam. Cerita ini relevan bagi semua kalangan, baik sebagai pemimpin, orang tua, maupun warga masyarakat, untuk selalu mengedepankan kebajikan dan mementingkan kepentingan yang lebih besar di atas kepentingan pribadi.

Bupati Grengseng Pamuji berharap agar wayang relief ini tidak hanya berhenti pada seremoni peresmian. Ia telah menginstruksikan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Dinas Pariwisata Kabupaten Magelang untuk memperkenalkan karya inovatif ini secara lebih luas. Wayang relief diharapkan dapat menjadi sarana edukasi di sekolah-sekolah sekaligus daya tarik wisata budaya yang khas dari Kabupaten Magelang.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara
Lihat di situs asli

Berita terkait