Nasional

Bupati Temanggung Ajak Mahasiswa Kawal Langsung Program Strategis Pemerintah

REPUBLIKA.CO.ID, TEMANGGUNG, – Bupati Temanggung Agus Setyawan merespons aspirasi yang disampaikan para mahasiswa dalam unjuk rasa dengan mengajak mereka turut mengawal secara langsung pelaksanaan program-program strategis pemerintah pusat di...

18 Juni 2026, pukul 22:00 WIB · dibaca 0 kali

REPUBLIKA.CO.ID, TEMANGGUNG, – Bupati Temanggung Agus Setyawan merespons aspirasi yang disampaikan para mahasiswa dalam unjuk rasa dengan mengajak mereka turut mengawal secara langsung pelaksanaan program-program strategis pemerintah pusat di daerah. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan program yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pelaksanaannya.

Menurut Agus, keterlibatan mahasiswa dapat membantu memastikan program berjalan sesuai tujuan, memberikan manfaat bagi masyarakat, serta meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pelaksanaannya. Ia menyampaikan hal tersebut di Temanggung, Jawa Tengah, Kamis.

Ia juga memastikan berbagai aspirasi yang berkaitan dengan kebijakan pemerintah pusat akan diteruskan secara resmi kepada pemerintah pusat. Sementara itu, persoalan yang berkaitan dengan daerah akan dibahas lebih lanjut agar dapat ditindaklanjuti dengan baik.

Agus mengajak mahasiswa untuk terus menyampaikan kritik dan masukan secara santun dengan mengedepankan dialog yang konstruktif. Dengan komunikasi yang baik antara masyarakat dan pemerintah, berbagai persoalan diharapkan dapat diselesaikan secara bersama demi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Kritik Mahasiswa terhadap Kebijakan Pusat

Sebelumnya, mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Temanggung menyampaikan aspirasi di depan kantor bupati setempat. Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyoroti sejumlah persoalan yang dinilai perlu mendapat perhatian pemerintah pusat.

Mereka mengkritisi nilai tukar rupiah yang melemah, kenaikan harga bahan bakar minyak non-subsidi, hingga sejumlah kebijakan ekonomi yang dianggap semakin membebani masyarakat dan berdampak pada menurunnya daya beli masyarakat.

Selain itu, mahasiswa juga menyoroti implementasi Program Makan Bergizi Gratis yang dinilai masih menyisakan berbagai persoalan di lapangan. Program tersebut dianggap belum sepenuhnya tepat sasaran dan dinilai memiliki potensi penyimpangan dalam pelaksanaannya.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara
Lihat di situs asli

Berita terkait