REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman menyatakan para peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang mengikuti latihan dasar kemiliteran (latsarmil) telah menjalani tes kesehatan sebelum pelatihan dilaksanakan.
"Sebelum pelaksanaan pelatihan itu dilangsungkan tes kesehatan. Semua saya rasa dilakukan tes kesehatan," kata Dudung dalam pernyataannya di Jakarta, Jumat.
Baca Juga- Komandan Rusia Ancam Pemberontakan Lawan Putin: Tentara Arahkan Senjata ke Kremlin
- Lowongan Kerja BPKH 2026 Dibuka, Perkuat SDM untuk Optimalkan Pengelolaan Dana Haji
- Enam Cara Digital Detox yang Efektif Buat Gen Z
Dudung mengatakan pelaksanaan pelatihan tersebut saat ini sedang dievaluasi dan diinvestigasi. Berdasarkan informasi yang diterimanya, belum ditemukan adanya unsur kelalaian terkait peristiwa tersebut.
Menurut dia, latihan militer untuk peserta SPPI tidak tergolong terlalu berat. Namun, kemungkinan terdapat faktor kesehatan atau hal lain yang memengaruhi kondisi peserta selama mengikuti pelatihan.
"Setahu saya latihan militer untuk tingkatan seperti SPPI dan sebagainya tidak terlalu keras ya. Tapi mungkin karena dia sakit dan sebagainya. Tapi ini sedang dievaluasi dan ada investigasi," kata dia.
Dalam kesempatan itu, Dudung juga menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya tiga peserta SPPI dalam kegiatan tersebut dan berharap pelaksanaan pelatihan ke depan semakin memperhatikan prosedur serta faktor keselamatan guna mencegah timbulnya korban.
Terkait kelanjutan program pelatihan, Dudung menilai kegiatan semacam itu tetap penting untuk membangun disiplin, loyalitas, kerja sama, dan jiwa korsa peserta.
"Kami pun dulu sebelum jadi di lingkungan Kabinet Merah Putih, diretret dulu di Magelang, karena memang itu penting kalau menurut saya untuk meningkatkan disiplin, meningkatkan loyalitas, kerja sama, jiwa korsa, dan sebagainya. Ya mudah-mudahan itu tetap lagi dilaksanakan," ujarnya.
Lihat postingan ini di Instagram
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika sumber : Antara