REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Camat Rancabungur, Dita Aprilia memberikan klarifikasi terkait polemik tukang cukur dibentak-bentak rombongannya karena tidak memasang bendera merah putih. Dita menyebut petugas yang ikut dalam rombongannya dan merekam video tukang cukur Nur Hidayat alias Abuy, bukan pegawai kecamatan.
"Orang tersebut bukanlah pegawai Kecamatan Rancabungur. Sekali lagi perlu ditegaskan bahwa orang ini bukan pegawai Kecamatan Rancabungur," kata Dita dalam video klarifikasi, Kamis (13/6/2026).
Baca Juga- Gegara tak Pasang Bendera, Tukang Cukur di Bogor Dibentak-bentak Rombongan Camat Rancabungur
- Dedi Mulyadi Sayembarakan Tangkap Pelaku Pembakaran Bendera Merah Putih
- Kirab Bendera Merah Putih Sepanjang 500 Meter di Bogor
Dita mengaku tak pernah mengintruksikan pria itu mengintimidasi kepada Abuy. "Sebagai Camat Rancabungur, saya tidak pernah kepada orang tersebut untuk mengintimidasi atau mengeluarkan kata-kata kurang sopan kepada Kang Abuy," kata Dita.
Soal pemaksaan, Dita menjelaskan permintaan pemasangan bendera hanya bersifat imbauan yang bertujuan untuk mengingatkan masyarakat atas perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan. Imbauan ini menurut Dita sejalan dengan instruksi Pemerintah Kabupaten Bogor agar para camat untuk membagikan bendera Merah Putih kepada masyarakat.
"Setidaknya di bulan Agustus dari tanggal 1-31 Agustus ini warga masyarakat mengibarkan bendera merah putih," ujar Dita.
Dia juga membantah pihak Kecamatan Rancabungur mengintimidasi Abuy agar meminta maaf atas pernyataannya mengenai Indonesia belum merdeka.
"Dan kami tidak juga mengintimidasi kepada Kang Abuy untuk meminta maaf kepada kami ataupun kepada pihak-pihak yang ada di Kecamatan Rancabungur," kata Dita.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika