REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Wakil Menteri Agama Romo H.R. Muhammad Syafi'i meminta madrasah untuk memperketat sistem perlindungan anak dengan memperluas pengawasan dan pembentukan budaya berani melapor bagi peserta didik, guna mencegah kasus kekerasan di lingkungan pendidikan.
Menurut dia, langkah pencegahan perlu terus dioptimalkan guna memperkuat perlindungan anak di berbagai ruang kehidupan, termasuk di lingkungan pendidikan.“Ke depan sekolah kita harus benar-benar memberikan perhatian serius terhadap perilaku seluruh stakeholder di madrasah, siapa pun itu,” ujar Wamenag dalam keterangannya di Jakarta, Selasa(12/8/2026).
Baca Juga- Sambut Baik Pakta Pertahanan Makkah, HNW: Momentum OKI Perkuat Kerja Sama
- Telat Bayar Listrik 5 Hari, Apa yang akan Terjadi?
- BI: Pembiayaan Syariah Jadi Kunci Strategis Dorong Investasi dan Ekspansi Korporasi
Menurut dia, upaya menciptakan ruang pendidikan yang aman tidak cukup hanya mengandalkan aturan, tetapi harus didukung sistem pengawasan dan pencegahan yang mampu mendeteksi potensi pelanggaran sejak dini.
Romo Syafi'i menjelaskan pentingnya penguatan sistem perlindungan anak yang melahirkan Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman bagi Anak (Gernas Rana). Gerakan ini menyasar empat ruang utama kehidupan anak, yakni rumah, sekolah, ruang publik, dan ruang digital.
View this post on Instagram
Sebagai langkah konkret, Wamenag meminta madrasah memastikan ketersediaan CCTV di berbagai area yang berpotensi menjadi titik rawan. Menurutnya, ruang-ruang tertutup sangat rawan dan perlu mendapat pengawasan yang memadai untuk mencegah terjadinya tindakan yang merugikan peserta didik.
"Seperti di tempat-tempat pertemuan, perpustakaan dan ruang konseling, harus ada pengawasan," ujarnya.
Selain pengawasan fisik, Kementerian Agama juga tengah memperkuat sistem pelaporan yang memungkinkan siswa menyampaikan pengaduan melalui Aplikasi Manajemen Aduan Anti Kekerasan (AMAN).
Wamenag meminta jajaran Kantor Wilayah Kementerian Agama dan kantor kementerian agama kabupaten/kota menyosialisasikan mekanisme pengaduan tersebut ke seluruh madrasah.
Siswa dan guru madrasah (ilustrasi). - (Dok Republika)
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika sumber : Antara