Nasional

Cerdas Menghadapi Kematian

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dalam Alquran surah Ali Imran ayat 145, Allah SWT berfirman, yang artinya, “Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati kecuali dengan izin Allah sebagai ketetapan yang tertentu...

2 Juli 2026, pukul 02:07 WIB · dibaca 0 kali

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dalam Alquran surah Ali Imran ayat 145, Allah SWT berfirman, yang artinya, “Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati kecuali dengan izin Allah sebagai ketetapan yang tertentu waktunya.” Dengan demikian, kehidupan dan kematian pun telah ditetapkan oleh-Nya.

Apabila kelahiran selalu dirayakan dengan penuh kebahagiaan, kematian diiringi tangis kesedihan. Mungkin bukan sehari atau dua hari, melainkan berbulan atau bahkan bertahun-tahun.

Baca Juga

Jangankan kita manusia biasa. Nabi Muhammad SAW sempat menitikkan air mata saat istri tercinta, Khadijah binti Khuwailid, meninggal dunia.

Begitu pula ketika paman terkasih yang selalu melindunginya, Abu Thalib, meninggal saat perjuangan menegakkan Islam masih berat. Baginda Rasul pun sangat bersedih.

Sebagaimana yang diajarkan Rasulullah SAW, bersedih itu boleh, tetapi sewajarnya saja. Jangan meratapi terus-menerus sehingga semangat hidup hilang dan berputus asa.

Ingatlah, setiap Muslim harus beriman kepada ketetapan Allah untuk setiap makhluk-Nya (qada/qadar). Kekuatan imanlah yang menguatkan kita. Menyadarkan kita bahwa segala yang ada dalam kehidupan dunia ini hanyalah titipan. Segalanya adalah amanah Tuhan, yang kapan saja bila Dia berkehendak, akan pergi dari kita.

Allah berfirman dalam surah an-Nisa ayat 78, artinya, "Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh.” Kematian sangatlah menakutkan bagi mereka yang banyak dosa dan senang menunda-nunda bertobat nasuha.

View this post on Instagram

A post shared by Republika Online (@republikaonline)

Loading... sumber : Hikmah Republika oleh Iu Rusliana
Lihat di situs asli

Berita terkait