REPUBLIKA.CO.ID, TIJUANA -- Timnas Iran yang berlaga di Piala Dunia 2026 saat ini bermarkas di Tijuana, Meksiko. Kapten Team Melli, Alireza Jahanbakhsh mengungkap bahwa kartel narkoba di Meksiko menyukai orang Iran.
Bahkan menurut cerita Alireza, dia dan temannya pernah punya pengalaman dicegat dan nyaris dirampok oleh kartel Meksiko. Dalam kunjungannya ke Meksiko sebelumnya, Alireza bersama temannnya diizinkan pergi setelah kartel bertopeng mengetahui ia berasal dari Iran.
Baca Juga- Iran Sebut ‘Bagian Utama’ Kesepahaman dengan AS Telah Diselesaikan, Tapi Washington Merusaknya
- IHSG Menguat Ikuti Bursa Global, Investor Cermati Prospek Perdamaian AS-Iran
- Trump Klaim Sepakat dengan Iran Soal Senjata Nuklir
"Kartel (Meksiko) menyukai orang Iran, saya bersumpah. Saya tidak tahu kenapa, dia (temannya Alireza) tidak menjelaskan alasannya," kata Alireza dalam sebuah siniar yang dikutip oleh Al Jazeera, Jumat (12/6/2026).
Alireza bersama temannya bernama Benyamin mengaku suatu hari pernah disetop oleh anggota kartel saat dalam perjalanan menggunakan mobil menuju Tulum. Para anggota kartel yang mengenakan topeng itu mencegat mobil Alireza dan memintanya keluar untuk digeledah.
Saat itu, Alireza dan temannya tahu tidak usah membawa barang-barang berharga saat bepergian di Meksiko, sehingga dia hanya membawa kartu ATM dan uang tunai sekitar 30-40 euro.
Warga lokal Meksiko memberikan dukungan kepada tim nasional Iran dengan mengangkat foto-foto anggota tim nasional Iran di Tijuana, Meksiko, 10 Juni 2026. - (EPA/JOEBETH TERRIQUEZ)
Saat para anggota kartel menggeledah Alireza dan temannya, "kemudian dalam bahasa Spanyol mereka mengatakan kepada kami, ‘kami menginginkan segini banyak uang’. tapi kami tidak mengerti seberapa banyak."
Sambil menggeledah, satu anggota kartel bertanya, "dari mana kamu? dan dia terus bertanya 'negara', 'negara',"
Lalu menurut Alireza, temannya yang juga digeledah berbisik kepadanya, "‘Ali, bilang Iran. bilang Iran. mereka baik dengan orang Iran’."
"Jadi saat teman saya Benyamin sedang digeledah, mereka bilang ‘dari mana kamu?’ dia bilang, "Iran".
"Lalu dia (anggota kartel) mendadak tertawa dan bilang 'oh Iran, oke silakan pergi'"
Sebelum mempersilakan pergi, menurut Alireza para anggota kartel mengambil uang pecahan 30 euro tanpa menyita barang yang lain.
"Itu kenapa saya pikir kami akan baik-baik saja di sini, di kamp kami," kata Alireza berkelakar.
View this post on Instagram
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika