Nasional

Cerita Prabowo 'Izinkan' KPK Lanjut Proses Anak Buah yang Korupsi

Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan keterlibatannya dengan KPK terkait dugaan korupsi pejabatnya. Ia mendukung proses hukum tanpa pandang bulu.

17 September 2026, pukul 23:50 WIB · dibaca 6 kali

Nasional Hukum & Kriminal Cerita Prabowo 'Izinkan' KPK Lanjut Proses Anak Buah yang Korupsi CNN Indonesia Jumat, 18 Sep 2026 06:50 WIB Bagikan: URL berhasil disalin Presiden Prabowo Subianto menceritakan momen Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta izin melanjutkan proses hukum dugaan korupsi yang dilakukan jajarannya. (Sekretariat Presiden) Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Prabowo Subianto menceritakan momen Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta izin melanjutkan proses hukum dugaan korupsi yang dilakukan jajarannya.

Prabowo menyebut KPK menanyakan kepadanya apakah mereka dapat melanjutkan proses hukum yang berjalan terhadap pejabat tersebut.

Ia menyatakan tak pandang bulu terhadap penegakan hukum. Jika memang KPK memiliki cukup bukti, ia meminta mereka untuk melanjutkan proses hukum tetap berjalan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada, tahu-tahu KPK ada datang ke saya bilang, 'Pak, ini', ya kan. 'Pejabat ini begini, begini, begini'. Ya gimana saya ya kan. 'Apa kami diizinkan untuk menahan?" kata Prabowo dalam Program Presiden Menjawab, Kamis (18/9).

"You ada bukti? Kalau ada bukti silahkan', saya bilang. Tahu-tahu ada kejadian ya. Ada, wamen saya, ya itu tanggung jawab dia," lanjutnya.

Lihat Juga :Menguak Misteri Keberadaan Nusron Usai KPK OTT Kasus HGB Summarecon

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyatakan bahwa ia tak pandang bulu dalam menegakkan kasus korupsi, termasuk bagi orang dekatnya yang disebut juga tak kebal hukum.

Ia bahkan kembali menyinggung kasus dugaan korupsi yang menjerat Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) sekaligus mantan anggota tim suksesnya, Dadan Hindayana.

"Saya sudah buktikan. Pak Dadan itu tim sukses saya, tim pakar saya. Saya yang angkat di Kepala BGN. Saya juga yang serahkan ke kejaksaan," kata dia.

Selama hampir dua tahun kepemimpinan Prabowo, terdapat setidaknya dua wakil menteri Kabinet Merah Putih yang diproses hukum oleh KPK.

Lihat Juga :Kode Pembagian Fee Percepatan Haji Terungkap di Sidang

Pertama adalah eks Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer alias Noel dan eks Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy Karim.

Noel dijerat dalam kasus dugaan pemerasan dalam pengurusan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), sedangkan Silmy dalam kasus dugaan pemerasan serta gratifikasi terkait pengurusan izin tinggal warga negara asing.

(mnf/fra) Bagikan: URL berhasil disalin
Lihat di situs asli

Berita terkait