Nasional

Cerita Samuel Zylgwyn Menekuni Golf: Dulu Langka, Kini Banjir Komunitas Muda

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Selama ini, permainan golf kerap diidentikkan sebagai olahraga eksklusif yang hanya diminati oleh kalangan pria dewasa di lapangan hijau serba luas. Namun, seiring berjalannya waktu, stigma...

13 Agustus 2026, pukul 15:02 WIB · dibaca 0 kali

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Selama ini, permainan golf kerap diidentikkan sebagai olahraga eksklusif yang hanya diminati oleh kalangan pria dewasa di lapangan hijau serba luas. Namun, seiring berjalannya waktu, stigma tersebut perlahan mulai bergeser.

Olahraga golf dinilai mengalami transisi menuju pergerakan yang jauh lebih inklusif dan dinamis, dengan porsi pemain yang datang dari berbagai rentang usia, tingkat kemahiran, hingga latar belakang gender yang sebelumnya belum terjangkau. Fenomena evolusi ini tidak hanya mengubah wajah olahraga golf di Tanah Air, tetapi juga mendorong pergerakan ritel pendukungnya untuk menyelaraskan diri dengan kebutuhan pasar yang kian bervariasi.

Baca Juga

Aktor sekaligus model Samuel Zylgwyn menuturkan perjalanannya bermain golf yang sudah hampir dua dekade. Ia menilai olahraga golf telah memberikan banyak manfaat, baik dari segi kesehatan maupun dari kesempatan yang ia dapat melalui aktivitasnya.

“Saya nih orang yang aktif ya. Saya cukup morning person, jadi seneng aja bisa bangun pagi, kena matahari, sambil main golf dan juga akhirnya dapat banyak relasi dari teman-teman yang dari berbagai kalangan dan tahu karakter orang-orang dari tempat golf,” ujar Samuel pada konferensi pers di salah satu outlet Golf House di Lotte Mall Jakarta pada Rabu (12/8/2026).

Bagi Samuel, salah satu faktor pendorong meningkatnya minat terhadap golf adalah aksesibilitas. Ia mengatakan sarana maupun fasilitas sudah semakin banyak dan terbuka. Pemain pemula maupun profesional dapat mampir kepada toko peralatan golf dan bermain di lokasi yang sudah lebih terjangkau.

“Kalau di zaman sekarang, saya lihat perubahan. Terutama untuk golfers, karena banyak banget generasi-generasi di bawah saya. Waktu saya bermain di tahun 2010-2011, masih terhitung jari sih yang sepantaran saya. Store-nya sudah mulai banyak, pilihannya juga banyak,” kata Samuel.

Tidak hanya dari mata pemain golf, tetapi perubahan market ini diakui oleh Senior General Manager Brand & Consumer Engagement Golf House Martina Harianda Mutis. Menurut dia, minat terkait golf terlihat di berbagai kalangan yang belum pernah terlihat sebelumnya.

“Sekarang, it's changing. It’s really, really changing. Golf itu lebih inklusif. It’s getting younger and younger. Bahkan nggak sampe cuma milenial, Gen Z, dan bahkan aku melihat fenomena baru, seperti legacy. Orang tua main golf, diturunin ke anak, diturunin ke cucu. Even in my kid’s school ada beberapa anak-anak gen Alpha yang already playing golf,” ujar Martina.

 

Loading...
Lihat di situs asli

Berita terkait