Nasional

Cuma Amal yang Menemani Manusia di Dalam Kubur, Ini Penjelasan Rasulullah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kematian adalah kepastian yang akan dialami setiap manusia. Ketika ajal tiba, seluruh jabatan, kekayaan, dan orang-orang yang dicintai akan ditinggalkan. Keluarga hanya mengantar hingga ke liang lahat,...

22 Juli 2026, pukul 01:34 WIB · dibaca 0 kali

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kematian adalah kepastian yang akan dialami setiap manusia. Ketika ajal tiba, seluruh jabatan, kekayaan, dan orang-orang yang dicintai akan ditinggalkan. Keluarga hanya mengantar hingga ke liang lahat, harta hanya menjadi warisan bagi yang ditinggalkan. Setelah itu, seseorang memasuki alam barzah seorang diri.

Lalu, siapakah yang setia menemani manusia di dalam kuburnya?

Baca Juga

Rasulullah SAW menjelaskan bahwa hanya amal yang akan tetap bersama seorang hamba setelah seluruh manusia kembali ke rumah masing-masing.

Jika amalnya saleh, ia akan memperoleh kenikmatan di alam kubur hingga hari kebangkitan. Sebaliknya, apabila amalnya buruk, maka ia akan menghadapi azab kubur sesuai kehendak Allah SWT.

Penjelasan itu terdapat dalam hadis sahih yang diriwayatkan dari Anas bin Malik RA.

Tiga Hal Mengiringi Jenazah, Hanya Satu yang Tetap Bersamanya

Rasulullah SAW bersabda:

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: يَتْبَعُ الْمَيِّتَ ثَلَاثَةٌ، فَيَرْجِعُ اثْنَانِ، وَيَبْقَى وَاحِدٌ؛ يَتْبَعُهُ أَهْلُهُ، وَمَالُهُ، وَعَمَلُهُ، فَيَرْجِعُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ، وَيَبْقَى عَمَلُهُ.

'An Anasi bin Mālikin raḍiyallāhu 'anhu qāla: Qāla Rasūlullāhi ﷺ: Yatba'ul-mayyita ṡalāṡatun, fayarji'u itsnāni wa yabqā wāḥid. Yatba'uhu ahluhu wa māluhu wa 'amaluhu. Fayarji'u ahluhu wa māluhu wa yabqā 'amaluhu.

"Dari Anas bin Malik RA, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda, 'Ada tiga perkara yang mengiringi jenazah seseorang. Kemudian dua di antaranya kembali, sedangkan satu tetap bersamanya. Yang mengiringinya adalah keluarganya, hartanya, dan amalnya. Maka keluarganya dan hartanya kembali, sedangkan yang tetap bersamanya adalah amalnya.'" (HR al-Bukhari dan Muslim).

Imam Al-Qurthubi juga menukil hadis ini dalam kitab At-Tadzkirah fi Ahwal al-Mauta wa Umur al-Akhirah (hlm. 297–298, Maktabah Darul Minhaj) ketika menjelaskan bahwa alam kubur merupakan awal perjalanan menuju kehidupan akhirat.

 

Loading...
Lihat di situs asli

Berita terkait