Nasional

Cyber University Jalin Kerja Sama dengan Velsicuro untuk Perkuat Kompetensi Keamanan Siber

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA — Cyber University menjalin kerja sama dengan perusahaan solusi keamanan siber Velsicuro melalui penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) di Hotel Sahid Raya Yogyakarta, Jumat (9/10). Penandatanganan yang...

22 Oktober 2026, pukul 12:10 WIB · dibaca 0 kali

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA — Cyber University menjalin kerja sama dengan perusahaan solusi keamanan siber Velsicuro melalui penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) di Hotel Sahid Raya Yogyakarta, Jumat (9/10). Penandatanganan yang berlangsung di sela-sela Musyawarah Nasional (Munas) APTIKOM ke-7 ini bertujuan memperkuat kompetensi keamanan siber mahasiswa melalui pembelajaran yang selaras dengan kebutuhan industri, khususnya dalam menghadapi tantangan keamanan ekosistem keuangan digital Indonesia.

Dalam penandatanganan tersebut, Cyber University diwakili oleh Wakil Rektor, Dr. Agus Trihandoyo, DEA, sedangkan Velsicuro diwakili oleh Direktur Ilyas Wisan. Penandatanganan MoU ini menandai komitmen kedua pihak untuk memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan industri dalam bidang keamanan siber.

Baca Juga

Kerja sama ini hadir di tengah meningkatnya kebutuhan industri terhadap perlindungan data dan keamanan sistem digital, terutama pada sektor keuangan dan perbankan. Organisasi perlu memperkuat kemampuan dalam mendeteksi ancaman, melindungi infrastruktur digital, serta menangani insiden siber agar layanan tetap aman dan dapat diandalkan. Kondisi tersebut mendorong kebutuhan tenaga profesional yang memiliki kompetensi keamanan siber sesuai perkembangan dunia kerja.

Cyber University mengintegrasikan pembelajaran teknologi digital dengan pemahaman bisnis dan keuangan untuk menyiapkan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan industri. Pendekatan tersebut relevan dengan pengembangan kompetensi keamanan siber karena tenaga profesional tidak hanya perlu memahami aspek teknis, tetapi juga harus mampu mengenali risiko teknologi, menjaga perlindungan data, dan memahami dampak insiden siber terhadap keberlangsungan bisnis.

Sejalan dengan pendekatan tersebut, Cyber University memandang kolaborasi dengan industri sebagai bagian penting dalam menyiapkan mahasiswa menghadapi kebutuhan dunia kerja. Wakil Rektor Bidang Akademik Cyber University, Dr. Agus Trihandoyo, DEA, menilai bahwa penguatan kompetensi keamanan siber perlu berjalan seiring dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan ekosistem keuangan digital.

“Keamanan siber merupakan kompetensi penting dalam pengembangan ekosistem keuangan digital. Inovasi fintech tidak hanya membutuhkan layanan yang cepat dan efisien, tetapi juga sistem yang aman, perlindungan data yang kuat, serta sumber daya manusia yang mampu mengantisipasi dan merespons ancaman siber,” ujar Dr. Agus dalam keterangan rilis Jumat (16/10).

Menurut Dr. Agus, kemitraan dengan industri menjadi bagian dari upaya Cyber University menjaga relevansi pembelajaran dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja. Pendekatan ini membuka ruang bagi mahasiswa untuk menghubungkan pemahaman teoretis dengan penerapan kompetensi dalam lingkungan profesional.

“Melalui kerja sama dengan Velsicuro, kami ingin memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar langsung dari praktik industri dan memahami tantangan keamanan digital. Kami berharap kolaborasi ini dapat berkembang menjadi program nyata yang bermanfaat bagi mahasiswa, industri, dan masyarakat,” ungkap Dr. Agus.

Velsicuro beroperasi melalui PT Veloce Indonesia Jaya dan berfokus pada penyediaan solusi keamanan siber bagi organisasi serta mitra korporasi. Selain menyediakan solusi bagi kebutuhan industri, Velsicuro mengembangkan pendidikan dan pelatihan keamanan siber berbasis praktik untuk membantu peserta memahami berbagai ancaman serta meningkatkan kemampuan dalam menghadapi insiden digital.

Salah satu pendekatan yang dikembangkan Velsicuro adalah pemanfaatan platform Cyber Ranges, yaitu lingkungan simulasi yang memungkinkan peserta berlatih menghadapi berbagai skenario serangan dan pertahanan siber. Melalui simulasi ini, peserta dapat mengasah keterampilan teknis, melatih pengambilan keputusan, serta memahami langkah penanganan insiden keamanan digital dalam situasi yang menyerupai kondisi operasional nyata.

Pengembangan kompetensi keamanan siber juga mencakup pemahaman terhadap berbagai ancaman digital, seperti phishing dan rekayasa sosial (social engineering), serta keterampilan teknis dalam menganalisis serangan dan menangani insiden. Kompetensi tersebut membantu calon tenaga profesional mengenali potensi risiko dan menentukan langkah penanganan yang sesuai dengan situasi yang dihadapi.

Melalui kolaborasi ini, mahasiswa diharapkan memperoleh pengalaman belajar yang lebih dekat dengan praktik industri dan memahami tantangan keamanan siber secara nyata. Sinergi antara Cyber University dan Velsicuro juga diharapkan mendukung ketersediaan talenta yang mampu menjaga keamanan dan keandalan ekosistem digital Indonesia.

Lihat di situs asli

Berita terkait