Nasional

Dampak Kemarau di Indramayu, 10.670 Hektare Sawah Puso, Harga Gabah Melambung di Atas HPP

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU – Musim kemarau telah menimbulkan gagal panen (puso) pada ribuan hektare tanaman padi di Kabupaten Indramayu. Hal itupun memicu naiknya harga gabah pada areal yang berhasil panen...

18 Oktober 2026, pukul 16:40 WIB · dibaca 2 kali

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU – Musim kemarau telah menimbulkan gagal panen (puso) pada ribuan hektare tanaman padi di Kabupaten Indramayu. Hal itupun memicu naiknya harga gabah pada areal yang berhasil panen pada musim gadu (kemarau) kali ini.

Ketua Kelompok Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Indramayu, Sutatang, menyebutkan, luas areal tanaman padi yang mengalami puso pada musim gadu tahun ini mencapai 10.670 hektare. Kondisi itu tersebar di sejumlah kecamatan, yakni Kecamatan Kroya, Gabuswetan, Terisi, Patrol dan Balongan.

Baca Juga

“Umur tanaman padi yang mati itu sekitar 30 hari setelah tanam,” kata Sutatang, Jumat (16/10/2026).

Akibatnya, lanjut Sutatang, para petani yang tanamannya mengalami puso itu mengalami kerugian yang besar. Pasalnya, mereka sudah mengeluarkan biaya sejak awal musim tanam mulai dari pengolahan tanah, pembibitan, persemaian hingga pemupukan pertama.

Menurutnya, areal tanaman padi yang puso itu sumber airnya berasal dari Waduk Jatiluhur dan Bendung Cipanas. Saat tanaman padi membutuhkan air, pasokan air dari sumber tersebut justru minim hingga akhirnya menyebabkan puso.

Untuk Waduk Cipanas, saat itu penyebabnya adalah belum optimalnya infrastruktur saluran air yang menuju persawahan. Namun sekarang, saluran tersebut dikabarkan sudah normal. 

“Insya Allah (pasokan air dari Waduk Cipanas) ke depannya aman,” ucap Sutatang.

Loading...
Lihat di situs asli

Berita terkait