REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) menyatakan siap menambah investasi di pasar modal domestik karena menilai sejumlah saham perusahaan Indonesia, khususnya badan usaha milik negara (BUMN), menawarkan potensi keuntungan yang menarik.
Managing Director Global Relations & Communications Danantara Indonesia Pahala Nugraha Mansury mengatakan, Danantara telah mulai membeli saham-saham yang dinilai memiliki valuasi menarik dan prospek pertumbuhan yang baik. Investasi akan berlanjut selama peluang tersebut masih memberikan imbal hasil yang sepadan dengan risikonya.
Baca Juga- DSN MUI Dorong Pembentukan Danantara Syariah, Begini Progresnya
- 34 Lembaga Keuangan Masuk Panel Pembiayaan PSEL Danantara
- Proyek Kampung Haji, Danantara Rampungkan Akuisisi Aset Perhotelan di Makkah
“Per kemarin, hari ini kita sudah mulai membeli saham-saham yang menurut kami menarik. Kita akan terus, selama valuasinya menarik dan memiliki prospek yang baik, kita ingin memiliki lebih banyak saham-saham tersebut,” kata Pahala, Kamis (21/10/2026).
Menurut dia, kondisi pasar modal saat ini menawarkan peluang investasi dengan profil risiko dan imbal hasil yang menarik. Danantara juga melihat prospek fundamental sejumlah perusahaan yang tercatat di bursa, terutama perusahaan milik negara, masih menjanjikan.
Pahala mengatakan, keputusan investasi tersebut tidak semata-mata didasarkan pada pergerakan harga saham, tetapi juga mempertimbangkan fundamental perusahaan dan prospek pertumbuhannya.
“Kami melihat ini sebagai attractive risk-reward dan tentunya berfokus pada fundamental perusahaan-perusahaan yang kami lihat,” ujarnya.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah perhatian pelaku pasar terhadap isu yang berkaitan dengan MSCI, penyedia indeks pasar global yang menjadi salah satu acuan investor dalam menilai pasar saham dan menyusun portofolio investasi.
Pahala menilai terdapat perbedaan antara persoalan yang berkembang di pasar modal dan kondisi fundamental perusahaan-perusahaan yang sahamnya diperdagangkan di bursa. Karena itu, menurut dia, penilaian terhadap peluang investasi perlu mempertimbangkan kondisi masing-masing perusahaan.
Ia secara khusus menyoroti saham-saham BUMN yang dinilai memiliki fundamental dan prospek pertumbuhan yang baik, serta valuasi yang menarik.
“Menurut kami, saham-saham BUMN memiliki fundamental yang baik, growth prospect yang baik, dan per hari ini valuasi yang sangat baik,” kata Pahala.
Layar digital menunjukkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (31/7/2026). - (Republika/Prayogi)
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika