Nasional

Dari 5-6 Ton Jadi 12,4 Ton per Hektare, Ini Sistem Tanam Baru yang Diklaim Mentan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Produktivitas padi hingga 12,4 ton per hektare dari rata-rata sekitar 5-6 ton menjadi klaim hasil uji lapangan sistem Pertanian Modern-Advanced Agriculture System (PM-AAS) yang kini disiapkan pemerintah...

27 Juni 2026, pukul 13:16 WIB · dibaca 0 kali

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Produktivitas padi hingga 12,4 ton per hektare dari rata-rata sekitar 5-6 ton menjadi klaim hasil uji lapangan sistem Pertanian Modern-Advanced Agriculture System (PM-AAS) yang kini disiapkan pemerintah untuk mendukung swasembada pangan berkelanjutan.

Lompatan hasil panen yang mendekati tiga kali lipat itu menjadi alasan Kementerian Pertanian mulai memperluas penerapan metode tersebut. Pertanyaan berikutnya, bagaimana produktivitas padi bisa meningkat sejauh itu?

Baca Juga

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjelaskan PM-AAS dikembangkan dengan memadukan tiga pendekatan utama, yakni optimalisasi fotosintesis tanaman melalui pengaturan jarak tanam menggunakan sistem tanam 4:1 dan 6:1, peningkatan populasi tanaman secara berkesinambungan (continuous planting), serta penerapan pertanian presisi (precision agriculture) agar penggunaan pupuk, air, dan input produksi menjadi lebih efisien.

Menurut Amran, pendekatan tersebut bukan hanya mengejar hasil panen yang lebih tinggi, tetapi juga meningkatkan keuntungan petani melalui efisiensi biaya usaha tani.

"Kalau petani sudah merasakan keuntungan yang besar, mereka akan menanam dengan sendirinya. Tidak perlu lagi didorong terus-menerus karena usaha taninya sudah terbukti menguntungkan," katanya dalam keterangan di Jakarta, Sabtu (27/6/2026).

Ia mengatakan model PM-AAS mampu meningkatkan produktivitas padi dari rata-rata sekitar 5-6 ton menjadi minimal 10 ton, bahkan hasil uji lapangan telah mencapai 12,4 ton per hektare.

"Model yang dikembangkan ini mampu meningkatkan produktivitas padi hingga hampir tiga kali lipat, dari rata-rata sekitar 5–6 ton menjadi minimal 10 ton bahkan mencapai 12,4 ton per hektare," kata Amran saat memimpin Rapat Koordinasi Perluasan Pelaksanaan PM-AAS secara hybrid.

Menurut dia, peningkatan hasil panen tersebut juga didorong oleh bertambahnya populasi tanaman. Jika pada pola budidaya sebelumnya populasi berkisar 300 ribu hingga 360 ribu rumpun per hektare, melalui PM-AAS jumlahnya dapat meningkat menjadi sekitar 800 ribu hingga satu juta rumpun per hektare.

"Kalau jajar legowo memperbaiki fotosintesis, maka sistem kontinyu meningkatkan populasi tanaman. Populasi yang biasanya sekitar 300 ribu hingga 360 ribu rumpun per hektare bisa meningkat menjadi 800 ribu sampai satu juta rumpun. Dengan populasi hampir tiga kali lipat, produksinya juga sangat masuk akal meningkat hingga mendekati tiga kali lipat," jelasnya.

Selain meningkatkan produksi, Amran menilai sistem tersebut dapat menekan biaya produksi.

"Kalau ini diterapkan dengan benar, biaya pupuk dan air bisa jauh lebih efisien. Input turun, tetapi hasil panen meningkat. Di situlah keuntungan petani akan naik," ujarnya.

 

Loading... sumber : Antara
Lihat di situs asli

Berita terkait