REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Pagi di Panti Werdha Muslim Rumah Oma, Kecamatan Cilodong, Kota Depok, Jawa Barat, terasa sedikit berbeda. Di sela rutinitas para penghuni panti, ada aktivitas baru yang membuat mereka memiliki kesibukan: memberi makan ayam dan ikan nilai, hingga mengambil telur.
Bagi para lansia, kegiatan sederhana itu menghadirkan kesenangan sekaligus hiburan dalam keseharian. Aktivitas tersebut merupakan bagian dari program PNM Lansiapreneur yang diluncurkan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) di Panti Werdha Muslim Rumah Oma, Kamis (22/10/2026).
Baca Juga- Nelayan dan Warga Bantu Evakuasi KMP Batumandi, ASDP Sampaikan Apresiasi
- Umumkan Rudal Baru, Iran akan Gunakan 'Bapak dari Segala Bom' Jika AS-Israel Kembali Menyerang
- Edukasi Mitigasi Gempa, Siswa SDN Kalibata 11 Berlatih Simulasi Penyelamatan
Program ini menjadi bentuk Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PNM yang dikembangkan untuk memberikan ruang bagi para lanjut usia agar tetap aktif, berkegiatan, dan produktif. PNM Lansiapreneur menghadirkan sejumlah kegiatan menarik di panti yang berusia tiga tahun ini, mulai dari budidaya ikan nila pada tiga kolam dengan kapasitas 300 ekor, hingga budidaya ayam petelur dengan kapasitas 36 ekor ayam.
Salah satu lansia penerima manfaat, Oma Dewi, mengaku senang dengan kehadiran program tersebut. Bagi Oma Dewi, kegiatan memelihara ayam dan ikan bukan sekadar aktivitas tambahan, tetapi juga memberikan kesibukan yang membuat hari-hari di panti terasa lebih menyenangkan.
"Oh, sangat senang sekali kita bisa setiap hari ngasih makan ikan. Terima kasih sama PNM, kita ada kesibukan, ada kesenangan, ada hiburan baru," ujar Dewi di sela-sela launching PNM Lansiapreneur yang diluncurkan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) di Panti Werdha Muslim Rumah Oma, Kamis (22/10/2026).
Senada, Opa Yusril pun mengatakan aktivitas tersebut juga menjadi hiburan baru bagi para penghuni panti. Opa Yusril menyampaikan terima kasih atas dukungan PNM dalam memberikan sejumlah kegiatan bagi 32 penghuni Panti Werdha Muslim Rumah Oma tersebut.
"Sangat positif sekali bantuan dari PNM ini. Kami bisa menjadi ada kegiatan, menambah keterampilan. Seperti pagi kami memungut telur, mengasih obat ayam, mengasih makan ikan," ucap Opa Yusril.
Program Lansiapreneur menjadi bentuk perhatian PNM terhadap kelompok masyarakat lanjut usia yang selama ini relatif jarang tersentuh program pemberdayaan ekonomi. Direktur Utama PNM Kindaris mengatakan, program tersebut merupakan terobosan dalam pelaksanaan TJSL PNM.
"Ini sebenarnya program PJSL kita, tapi bentuknya baru kita. Kita coba masuk ke Panti Werdha untuk bisa membantu oma dan opa," ujar Kindaris.
Menurut Kindaris, pendekatan Lansiapreneur berbeda karena para lansia tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga diajak berinteraksi dengan makhluk hidup melalui kegiatan pemeliharaan ayam dan ikan. Kindaris menjelaskan, gagasan Lansiapreneur juga berangkat dari persoalan batas usia maksimal 65 tahun untuk pembiayaan usaha.
Oleh karena itu, lanjut Kindaris, PNM mencoba menghadirkan pendekatan berbeda agar para lansia tetap memiliki kesempatan untuk berkreasi dan menjalankan aktivitas produktif. Kindaris menilai kegiatan tersebut juga memiliki potensi menghasilkan nilai ekonomi melalui hasil peternakan seperti telur dan ikan.
"Ini kita kemas dalam program TJSL dengan harapannya warga negara Indonesia yang di atas 65 tahun masih bisa berkreasi, berkreatif untuk bisa berusaha," ungkap Kindaris.
Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Kindaris bersama Oma Dewi dalam peluncuran PNM Lansiapreneur di Panti Werdha Muslim Rumah Oma, Kecamatan Cilodong, Kota Depok, Jawa Barat, Kamis (22/10/2026). - (Republika/M. Nursyamsi)
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika