Nasional

Dari Penjaga Stabilitas Menuju Penjaga Produktivitas Bangsa

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-Setiap bangsa memiliki institusi yang bekerja dalam kesunyian, tetapi menentukan arah perjalanan sejarahnya. Ada yang menjaga pertahanan negara, ada yang memastikan hukum tetap tegak, dan ada pula yang memelihara...

27 Juli 2026, pukul 23:00 WIB · dibaca 1 kali

Oleh: Azis Subekti, pendiri Serikat Masyarakat Produktif Indonesia, Anggota DPR RI Fraksi Gerindra.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-Setiap bangsa memiliki institusi yang bekerja dalam kesunyian, tetapi menentukan arah perjalanan sejarahnya.

Ada yang menjaga pertahanan negara, ada yang memastikan hukum tetap tegak, dan ada pula yang memelihara kepercayaan terhadap kehidupan ekonomi.

Baca Juga

Di antara institusi-institusi itu, bank sentral menempati posisi yang istimewa. Keputusannya mungkin tidak selalu menjadi perbincangan sehari-hari, tetapi pengaruhnya hadir dalam hampir setiap denyut kehidupan: pada nilai rupiah di dompet masyarakat, bunga kredit yang dibayar pelaku usaha, keputusan investor menanamkan modal, hingga keyakinan setiap keluarga dalam merencanakan masa depannya.

Karena itu, penunjukan Gubernur Bank Indonesia yang baru tidak boleh dipahami sekadar sebagai pergantian seorang pejabat.

Yang sesungguhnya sedang dipertaruhkan bukan hanya arah kebijakan moneter lima tahun ke depan, melainkan cara Indonesia memandang hubungan antara stabilitas ekonomi dan cita-cita menjadi negara maju.

Selama puluhan tahun, keberhasilan sebuah bank sentral diukur dari kemampuannya menjaga inflasi tetap rendah, nilai mata uang tetap stabil, dan sistem keuangan tetap sehat.

Ukuran itu tidak keliru. Bahkan, bagi negara yang pernah mengalami hiperinflasi maupun krisis moneter, stabilitas adalah syarat pertama agar perekonomian dapat berdiri kembali.

Indonesia pernah melewati masa itu. Krisis 1998 mengajarkan betapa rapuhnya sebuah negara ketika kepercayaan terhadap mata uang runtuh.

Dari pengalaman tersebut lahirlah paradigma bahwa bank sentral harus menjadi benteng terakhir yang menjaga stabilitas ekonomi.

Paradigma itu telah memberi manfaat besar. Inflasi semakin terkendali, sistem keuangan menjadi lebih kuat, dan Bank Indonesia tumbuh sebagai salah satu bank sentral yang paling kredibel di kawasan.

 

Loading... Disclaimer: Pandangan yang disampaikan dalam tulisan di atas adalah pendapat pribadi penulisnya yang belum tentu mencerminkan sikap Republika soal isu-isu terkait.
Lihat di situs asli

Berita terkait