REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pahlawan Nasional sekaligus ulama kharismatik Nahdlatul Ulama (NU), KHR As'ad Syamsul Arifin, dikenal memiliki perhatian besar terhadap amalan Ratibul Haddad.
Dalam berbagai dawuhnya kepada santri dan masyarakat, pendiri Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo Situbondo itu berulang kali menekankan pentingnya membaca dan menghafal Ratibul Haddad karena diyakini membawa keberkahan serta menjadi sarana memohon berbagai kebaikan kepada Allah SWT.
Baca Juga- Sejarah Kalender Hijriyah, Warisan Umar bin Khattab yang Bertahan 14 Abad
- Ini Dia Pemenang Sesungguhnya dari Perang AS Israel Melawan Iran
- Tiga Cara Allah Kabulkan Doa
Salah satu dawuh (sabda) Kiai As'ad yang terkenal disampaikan pada 27 Januari 1983. Saat itu, Kiai As'ad mengatakan Ratibul Haddad merupakan "doa sapu jagat" karena di dalamnya terkandung berbagai permohonan.
"Rawatibul Haddad (Ratibul Haddad) adalah doa sapu jagat, karena di dalamnya semua permohonan," demikian dawuh Kiai As'ad.
Kiai As'ad juga menegaskan keberkahan yang dirasakan para santri hingga saat ini tidak terlepas dari istiqamah membaca Ratibul Haddad.
"Santri sampai sekarang ini barakahnya Rawatibul Haddad," ujar Kiai As'ad.
View this post on Instagram
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika