REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU -- Bendungan Cipancuh yang terletak di wilayah Kabupaten Indramayu barat dilaporkan mengalami kekeringan parah dengan debit air mencapai angka nol. Kondisi itupun membuat areal persawahan di sejumlah kecamatan terancam gagal panen.
Berdasarkan pantauan, Jumat (7/8/2026), bendungan yang dulunya dipenuhi air kini berubah menjadi daratan dengan menyisakan sedikit genangan di celah-celah kontur tanah yang tak rata. Momen surutnya air itu bahkan dimanfaatkan sejumlah warga sekitar untuk memanen ikan yang terdampar di dasar bendungan.
Baca Juga- Cerita Camat di Indramayu Ikut Begadang Bersama Petani Kawal Pasokan Air di Sawah
- Kejari Periksa Dirut Perumdam Indramayu Sebagai Saksi Soal Dugaan Mark Up Anggaran Rp39 Miliar
- Petugas Gabungan Sisir Tempat Hiburan Malam di Indramayu, Pengunjung Dites Urine
Situasi itu menjadi ancaman serius, termasuk bagi areal persawahan di Kecamatan Haurgeulis yang selama ini mengandalkan pasokan air dari Bendungan Cipancuh. Kini, satu-satunya harapan mereka hanyalah aliran Sungai Cipunegara yang debitnya juga terbatas.
"Kecamatan Haurgeulis selama ini mendapat pasokan airnya langsung dari Bendungan Cipancuh. Sekarang otomatis hanya bisa mengandalkan air dari Sungai Cipunegara," ujar Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Indramayu, Sutatang.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika