REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menyatakan defisit dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2027 ditargetkan sebesar 2,40 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), menurun dari APBN 2026 yang sebesar 2,68 persen terhadap PDB. Adapun pembiayaan anggaran pada 2027 direncanakan sebesar Rp671,2 triliun, menurun dari rencana pembiayaan pada APBN 2026 yang sebesar Rp689,1 triliun.
Dalam Penyampaian Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangannya di Jakarta, Jumat, Presiden menegaskan pemerintah memahami bahwa defisit yang ideal adalah sekecil-kecilnya, bahkan cita-cita pemerintah yaitu anggaran yang berimbang.
Baca Juga- Presiden Ajukan Revisi UU Kewarganegaraan Ganda ke DPR
- Ketua SPPG di Jateng Diduga Keracunan Setelah Cicip MBG, Begini Kata Taj Yasin
- El Nino Menguat, Ketahanan Pangan Indonesia Diuji
“Dan ini akan kita usahakan untuk kita tekan lebih kecil lagi,” kata Presiden.
Lebih lanjut, belanja negara tahun 2027 direncanakan sebesar Rp4.097,2 triliun, atau naik dari Rp3.842,7 triliun di APBN 2026.
Di sisi lain, pendapatan negara diperkirakan mencapai Rp3.426 triliun, naik dari Rp3.153,6 triliun di APBN 2026.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika sumber : ANTARA