Nasional

Delegasi Iran Tolak Mentah-Mentah Agenda Foto Bareng dengan Tim AS

REPUBLIKA.CO.ID,TEHERAN — Sebuah sumber yang dekat dengan tim negosiasi Iran di Jenewa mengungkapkan kepada media Iran, Tasnim mengenai dihentikannya siaran langsung jalannya perundingan akibat adanya penolakan terhadap sesi foto bersama...

21 Juni 2026, pukul 23:09 WIB · dibaca 0 kali

REPUBLIKA.CO.ID,TEHERAN — Sebuah sumber yang dekat dengan tim negosiasi Iran di Jenewa mengungkapkan kepada media Iran, Tasnim mengenai dihentikannya siaran langsung jalannya perundingan akibat adanya penolakan terhadap sesi foto bersama (photo-op) dalam pertemuan itu.

Sumber tersebut mengatakan kepada koresponden Tasnim bahwa delegasi Amerika Serikat (AS) dan pihak penyelenggara pertemuan, pada awalnya telah merencanakan sesi jabat tangan dan foto bersama antara delegasi Iran dan AS pada pembukaan perundingan.

Baca Juga

Meski demikian, ketua beserta anggota tim perunding Iran menolak acara formal tersebut. Mereka mengumumkan tidak akan hadir dalam sesi foto bersama dengan delegasi AS.

Menyusul penolakan dan absennya tim perunding Iran dalam seremoni tersebut, siaran langsung dan sesi foto bersama akhirnya dibatalkan. Setelah itu, barulah delegasi Iran memasuki ruang pertemuan.

Orang-orang mengibarkan bendera Iran dan Hizbullah mendukung serangan Iran terhadap Israel, di alun-alun Valiasr di Teheran, Iran, 7 Juni 2026. Iran meluncurkan rudal ke Israel sebagai pembalasan atas serangan Israel sebelumnya di pinggiran selatan Beirut. - (EPA/ABEDIN TAHERKENAREH)

Menurut sumber itu, delegasi AS sempat meminta waktu lima menit kepada tim Iran agar para jurnalis dapat meninggalkan ruang negosiasi. Seremoni pra-perundingan itu akhirnya tetap digelar tanpa kehadiran delegasi Iran.

Fokus pada implementasi MoU Islamabad

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan bahwa partisipasi Teheran dalam putaran baru perundingan di Swiss ini bertujuan untuk memastikan implementasi Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad. Ia menegaskan bahwa negosiasi menuju kesepakatan final tidak dapat dimulai kecuali lima poin utama dalam dokumen tersebut telah dilaksanakan.

Dalam pernyataannya pada hari Minggu, Esmaeil Baqaei, yang juga bertindak sebagai juru bicara delegasi perunding Iran di bawah pimpinan Ketua Parlemen Mohammad Baqer Qalibaf, mengatakan bahwa pertemuan di Swiss difokuskan untuk memantau pelaksanaan komitmen yang disepakati dalam MoU Islamabad yang ditandatangani pada 18 Juni lalu.

Baqaei menjelaskan bahwa agenda satu hari tersebut mencakup pertemuan terpisah pada pagi hari antara delegasi Iran dengan mediator dari Qatar dan Pakistan. Agenda kemudian dilanjutkan dengan pertemuan segiempat (kuadrilateral) pada sore hari yang melibatkan perwakilan dari Iran, Amerika Serikat, Qatar, dan Pakistan.

Ia menegaskan bahwa Iran langsung mengawal implementasi nota kesepahaman tersebut segera setelah penandatanganan. "Mengimplementasikan suatu dokumen jauh lebih penting daripada sekadar menandatanganinya," ujar Baqaei.

"Proses diplomatik untuk mencapai suatu hasil adalah satu hal, tetapi masalah yang jauh lebih penting adalah memastikan pelaksanaannya berjalan," tambahnya.

 

Loading...
Lihat di situs asli

Berita terkait