Nasional

Demi Kurangi Ketergantungan Impor Bawang Putih, Amran Ajak China Lakukan Hal Ini

JAKARTA -- Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengajak China memperkuat kerja sama pengembangan bawang putih dari hulu hingga hilir di Indonesia. Langkah tersebut bertujuan meningkatkan produksi dalam negeri...

4 November 2026, pukul 13:51 WIB · dibaca 0 kali

JAKARTA -- Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengajak China memperkuat kerja sama pengembangan bawang putih dari hulu hingga hilir di Indonesia. Langkah tersebut bertujuan meningkatkan produksi dalam negeri sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bawang putih dari negara tersebut.

Amran mengungkapkan, sekitar 90 persen kebutuhan bawang putih Indonesia saat ini masih dipenuhi melalui pasokan dari China. Karena itu, ia mendorong kerja sama kedua negara tidak hanya berorientasi pada perdagangan, tetapi juga mencakup pengembangan kapasitas produksi nasional.

"Kita ingin kerja sama hulu sampai hilir untuk bawang putih, mulai dari benih, teknologi, alat dan mesin pertanian, hingga membangun klaster di Indonesia," kata Mentan RI dalam pertemuan bilateral dengan Menteri Pertanian China Zhang Zhu di Beijing, dikutip Rabu (4/11/2026).

Amran menjelaskan, pengembangan bawang putih memerlukan dukungan menyeluruh, mulai dari penyediaan benih berkualitas, penerapan teknologi budidaya, hingga penggunaan alat dan mesin pertanian modern. Pemerintah juga ingin membangun klaster produksi bawang putih di Indonesia melalui kerja sama tersebut.

Menurut dia, kemitraan dengan China perlu memberikan manfaat konkret bagi sektor pertanian nasional. Penguatan produksi dalam negeri menjadi salah satu prioritas agar Indonesia tidak terus bergantung pada pasokan komoditas pertanian dari luar negeri.

"Kita ingin kerja sama ini diperkuat. Untuk komoditas yang kita butuhkan, seperti bawang putih dan kedelai, kita harapkan pasokannya semakin baik. Di sisi lain, kita juga ingin memperbesar ekspor komoditas unggulan Indonesia ke Tiongkok," ujar Amran.

Menanggapi usulan tersebut, Zhang menyatakan dukungannya terhadap pengembangan produksi bawang putih di Indonesia. Pemerintah China membuka peluang pembahasan lebih lanjut mengenai teknologi produksi, teknik penanaman, serta aspek budidaya yang dapat dikembangkan bersama.

Zhang menjelaskan, kerja sama teknis diperlukan untuk mengidentifikasi kebutuhan pengembangan komoditas tersebut. China juga menyatakan kesiapannya memperluas kolaborasi penelitian dan pemanfaatan teknologi pertanian modern.

"Kami sangat mendukung pengembangan produksi bawang putih di Indonesia. Kami siap memperdalam pembahasan, terutama terkait teknologi produksi, penanaman, dan aspek teknis lainnya yang dapat dikerjasamakan oleh kedua negara," kata Mentan China.

Dalam pertemuan tersebut, kedua menteri turut membahas penguatan kerja sama teknologi pertanian, termasuk mekanisasi, penggunaan drone, robot pertanian, dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Pemanfaatan teknologi tersebut diarahkan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas sektor pertanian.

Amran juga menawarkan peluang investasi bagi perusahaan China untuk membangun industri pengolahan komoditas pertanian di Indonesia. Sektor yang ditawarkan mencakup pengolahan kelapa, rumput laut, hingga industri vaksin untuk pertanian.

Kedua negara sepakat memperkuat komunikasi dan melanjutkan pembahasan teknis guna merealisasikan berbagai peluang kerja sama tersebut. Pemerintah Indonesia berharap kemitraan ini dapat meningkatkan kapasitas produksi pangan nasional, mempercepat modernisasi pertanian, serta memperkuat daya saing komoditas pertanian Indonesia.

Lihat di situs asli

Berita terkait