REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tren artisan milk tea semakin digandrungi masyarakat, khususnya generasi muda. Namun di balik cita rasanya yang enak dan tampilannya yang menarik, artisan milk tea berpotensi memicu berbagai gangguan kesehatan mulai dari obesitas hingga diabetes melitus tipe 2.
Pakar ilmu keperawatan dari Universitas Indonesia, dr Widyatuti, mengimbau publik agar lebih bijak dalam menyikapi gaya hidup kekinian tersebut. la menjelaskan kombinasi tinggi gula, krimer olahan, pemanis tambahan, serta basis teh pekat dalam porsi artisan milk tea berpotensi memicu gangguan metabolisme serius.
Baca Juga- Lima Minuman Terbaik untuk Penuaan Sehat Rekomendasi Ahli Gizi
- Sering Minum Teh Hijau? Ternyata Ini Waktu Terbaik agar Jantung Tetap Sehat
- Pentingnya Minum Air Putih Sebelum Ngopi Pagi
"Dampak negatif tersebut meliputi obesitas, resistensi insulin yang berujung pada diabetes melitus tipe 2, hingga gangguan sistem kardiovaskular," kata Widyatuti dalam keterangan tertulis, dikutip Jumat (16/10/2026).
ilustrasi kesehatan obesitas. - (Republika/Daan Yahya)
Risiko tersebut perlu menjadi perhatian serius mengingat tingginya angka penderita diabetes di Indonesia. Berdasarkan International Diabetes Federation (IDF) dalam Diabetes Atlas edisi ke-11 yang dirilis pada 2024, sebanyak 20,4 juta penduduk Indonesia hidup dengan diabetes. Angka itu menempatkan Indonesia pada peringkat kelima dunia dalam jumlah penderita diabetes, di bawah Pakistan, Amerika Serikat, India, dan China.
Tingginya kandungan gula dalam artisan milk tea juga tak boleh dianggap sepele. Satu porsi minuman ini diperkirakan dapat memenuhi 70-100 persen dari batas konsumsi gula harian yang direkomendasikan Kementerian Kesehatan RI, yakni maksimal 50 gram atau setara empat sendok makan per orang per hari.
"Rekomendasi ini dietapkan untuk menjaga stabilitas glukosa darah dan mencegah beban metabolik berlebih," kata dia.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika