REPUBLIKA.CO.ID, Upaya Belanda mengasingkan ulama dan tokoh berpengaruh dari Nusantara justru membawa dampak yang tidak mereka duga. Salah satunya Syekh Yusuf dari Makassar, ulama sekaligus pejuang yang dibuang ke Tanjung Harapan, Afrika Selatan, pada 1694.
Bersama keluarga dan para pengikutnya, Syekh Yusuf kemudian menjadi salah satu tokoh penting dalam terbentuknya komunitas Muslim awal di wilayah tersebut. Menurut South African History Online, Syekh Yusuf tiba di Tanjung Harapan pada 2 April 1694 bersama 49 orang yang terdiri atas keluarga, imam, pembantu, dan para pengikutnya. Belanda mengasingkannya ke wilayah tersebut karena khawatir pengaruh Syekh Yusuf akan semakin kuat apabila ia tetap berada di wilayah kekuasaan Belanda di Asia.
Baca Juga- Terimbas Efisiensi, Personel Paskibraka Jateng tak Lagi Diinapkan di Hotel Tapi Pindah ke Asrama
- Ombudsman DIY Terima Aduan Warga Soal Ketertutupan Danais
- Komnas HAM Indikasi Tembakan TNI Tewaskan Dua Ibu Hamil di Papua Tengah
Namun, pengasingan tersebut tidak sepenuhnya berhasil memutus pengaruh Syekh Yusuf. Kehadiran dirinya dan para pengikutnya justru menjadi salah satu awal terbentuknya komunitas Muslim di Afrika Selatan. Bahkan, kawasan tempat mereka tinggal di Zandvliet kemudian dikenal dengan nama Macassar, merujuk pada asal-usul sebagian besar pengikut Syekh Yusuf.
Di sela-sela kunjungan kerjanya di Sulawesi Selatan, Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menyempatkan diri berziarah ke makam tokoh agama yang juga pahlawan nasional, Syekh Yusuf Al-Makassari, di Kabupaten Gowa, Kamis (27/5) malam. - (DPD)
Dikisahkan, pada akhir tahun 1600-an, banyak pria Muslim yang kaya dan berpengaruh dibuang ke Cape Town (Cape of Good Hope/ Tanjung Harapan) di Afrika Selatan dari Tanah Air mereka di Timur (Indonesia). Mereka dibuang oleh Belanda yang menguasai dan menjajah kepulauan Nusantara (Indonesia).
Belanda takut terhadap Muslim kaya dan berpengaruh di berbagai wilayah Nusantara. Sehingga mereka dianggap sebagai ancaman terhadap hegemoni politik dan ekonomi yang dilakukan Belanda terhadap wilayah jajahannya.
Orang buangan politik pertama atau Orang Cayen adalah orang berpengaruh dan berkuasa dari Sumatera. Kemudian, Syekh Yusuf dari Makassar adalah orang Cayen yang paling terkenal.
Syekh Yusuf lahir pada tahun 1626, ketika lahir diberi nama Abadin Tadia Tjoessoep, nama yang diberikan Sultan Penguasa Kerajaan Gowa pertama yang beragama Islam, sultan ini juga kerabat ibunya Syekh Yusuf.
Kesultanan Gowa sering disebut Kerajaan Gowa atau Kerajaan Gowa Tallo atau Kesultanan Makassar adalah sebuah Kesultanan yang berpusat di daerah Sulawesi Selatan. Syekh Yusuf dari Kerajaan Gowa pindah ke Banten dan berjuang bersama Sultan Agung dari Banten melawan penjajah Belanda.
View this post on Instagram
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika