REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Dinas Kesehatan DIY menyiapkan sekitar 240 kilogram obat-obatan untuk membantu penanganan masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan tersebut akan dikirim secara bertahap dengan dititipkan melalui sejumlah tim medis yang berangkat ke wilayah bencana.
Kepala Dinkes DIY, dr. Gregorius Anung Trihadi, mengatakan tim Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) UGM menjadi salah satu tim pertama yang membawa bantuan obat dari Pemda DIY. Namun, karena keterbatasan angkutan dan kapasitas bagasi, bantuan yang dibawa dalam keberangkatan awal sekitar 40 kilogram.
Baca Juga- Gempa Magnitudo 3,6 Guncang DIY, Berpusat di Bantul Kedalaman 10 Kilometer
- Penjaga Denyut Energi NTT Tetap Melayani di Tengah Pemulihan Pascagempa
- Gempa Susulan Terus Terjadi di NTT, Jumlah Pengungsi Melonjak Hingga 92 Ribu Orang
"Ada sekitar 240 kg yang kami siapkan. Dalam tahap pertama ini, kami kirimkan, mungkin dititipkan 40 kg dulu kepada FK-KMK UGM karena keterbatasan waktu dan persiapan," kata Anung, Kamis (20/8/2026).
Bantuan yang disiapkan tidak hanya berupa obat untuk keluhan umum. Dinkes DIY juga mengirim berbagai perlengkapan penunjang pelayanan kesehatan, mulai dari parasetamol tablet dan sirup, multivitamin, ibuprofen, antasida, cetirizine, cairan infus, masker hingga sarung tangan medis.
Nilai bantuan obat yang disiapkan untuk tahap awal ini mencapai sekitar Rp38 juta. Dinkes DIY masih akan melakukan konsolidasi untuk menentukan bantuan lanjutan dengan mempertimbangkan kebutuhan di wilayah terdampak serta ketersediaan stok obat di DIY.
"Untuk tahap pertama ini senilai 38 juta dulu, terus kemudian kami konsolidasikan lagi dan tentunya dengan melihat kebutuhan dari NTT dan ketersediaan kami," ujarnya.
Lihat postingan ini di InstagramLoading... Ikuti Whatsapp Channel Republika