REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG, – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palembang, Sumatera Selatan, mengimbau seluruh warga untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Imbauan ini disampaikan menyusul kondisi kualitas udara di wilayah tersebut yang saat ini berada pada level tidak sehat akibat kabut asap kebakaran lahan.
Kepala Dinkes Kota Palembang, Fenty Aprina, di Palembang, Sabtu (22/8), menegaskan bahwa situasi ini harus diwaspadai bersama. Ia menjelaskan bahwa penggunaan masker sangat disarankan untuk menghindari paparan asap dampak kebakaran lahan di beberapa daerah di Sumsel selama musim kemarau.
"Asap yang ditimbulkan dari lahan gambut yang terbakar bisa menyebabkan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan masalah gangguan kesehatan lainnya," ujarnya. Oleh sebab itu, pihaknya berupaya melindungi warga kota dengan gencar memberikan imbauan, terutama jika kondisi kabut asap sudah melampaui ambang batas secara terus-menerus tanpa fluktuatif.
Selain penggunaan masker, masyarakat juga diminta untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Langkah ini meliputi menjaga kebersihan tangan dengan sering mencuci pakai sabun serta memperbanyak minum air putih, terutama bagi anak-anak.
Fenty Aprina menambahkan, berdasarkan data selama Januari-Juli 2026, pihaknya telah menangani sebanyak 94.964 kasus ISPA yang dialami masyarakat di wilayah itu. Meski demikian, ia memastikan tidak ada pasien yang meninggal dunia akibat penyakit tersebut. "ISPA menjangkit masyarakat semua kelompok usia mulai dari anak-anak, dewasa hingga lansia sehingga harus diwaspadai bersama," ujarnya lagi.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
Ikuti Whatsapp Channel Republika sumber : antara