REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK – Nama KH Zulfa Mustofa menjadi salah satu yang ramai diperbincangkan dalam bursa calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menjelang Muktamar ke-35 NU di Jombang.
Ditanya mengenai kesiapannya maju dalam kontestasi tersebut, Kiai Zulfa menegaskan bahwa dirinya siap menjalankan amanah apabila dipercaya Nahdlatul Ulama dan mendapat restu para masyayikh.
Baca Juga- 7 Bentuk Siksa Neraka yang Diabadikan dalam Alquran, Ada Satu yang Paling Berat
- Nikmat yang Dirasakan Seluruh Rakyat dalam Satu Negara Namun Sering Diabaikan
- 3 Bentuk Kenikmatan yang Dinikmati Manusia, Mana yang Lebih Berharga?
"Di NU itu kita berkhidmat. Ketika kemudian Nahdlatul Ulama menghendaki, memanggil, tentu dengan seizin atau serestu para sesepuh, masyayikh NU, kita pastinya harus sami'na wa atha'na," ujar Kiai Zulfa saat menghadiri Bahtsul Masail Pra Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Cendekia Amanah, Depok, Jawa Barat, Sabtu (8/8/2026).
Ketika ditanya secara lebih tegas apakah dirinya siap memimpin NU apabila dipercaya menjadi Ketua Umum PBNU, dia kembali menegaskan kesiapannya.
"Ya, kita harus siap berkhidmat di mana-mana," ucap Kiai Zulfa.
Lebih lanjut, Kiai Zulfa menilai Muktamar ke-35 NU menjadi salah satu momentum yang paling dinantikan oleh para muktamirin. Hal itu tidak terlepas dari dinamika panjang yang terjadi di tubuh NU sebelumnya.
"Pastinya Muktamar kali ini setelah melewati satu dinamika yang panjang waktu lalu, ini Muktamar yang paling dinantikan oleh para muktamirin dan diharapkan ini menjadi Muktamar yang mengakhiri semacam konflik yang terjadi di NU," ucapnya.
Dia pun memperkirakan Muktamar ke-35 NU akan berlangsung dinamis. Salah satu persoalan yang berpotensi menjadi isu krusial adalah usulan tata tertib serta perubahan aturan dalam Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) NU.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika