Nasional

DKP Gorontalo Dorong Pariwisata Pesisir Libatkan Masyarakat Lokal

REPUBLIKA.CO.ID, GORONTALO, – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Gorontalo mendorong pengembangan pariwisata pesisir dengan melibatkan masyarakat lokal. Langkah ini merupakan upaya untuk memperluas peluang ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan...

4 November 2026, pukul 21:45 WIB · dibaca 0 kali

REPUBLIKA.CO.ID, GORONTALO, – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Gorontalo mendorong pengembangan pariwisata pesisir dengan melibatkan masyarakat lokal. Langkah ini merupakan upaya untuk memperluas peluang ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem laut.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Gorontalo Aryanto Husain di Gorontalo, Rabu, mengatakan pembangunan kawasan wisata pesisir perlu mengedepankan keterlibatan masyarakat melalui pendekatan pengelolaan bersama atau co-management.

Menurut dia, pengembangan pariwisata tidak cukup hanya mengandalkan kajian teknis pemerintah. Aspek sosial ekonomi, lingkungan, serta kebutuhan masyarakat yang telah lama menggantungkan hidup di kawasan tersebut juga harus menjadi pertimbangan utama.

"Ketika ada pembukaan wisata baru, bagaimana caranya bisa co-management dengan masyarakat setempat sehingga mereka bisa ikut terlibat," katanya.

Partisipasi Aktif Masyarakat

Ia menjelaskan, keterlibatan masyarakat sangat penting karena pengembangan objek wisata di Gorontalo pada umumnya bertumpu pada potensi dan partisipasi masyarakat lokal. Pengembangan tersebut dinilai dapat membuka lapangan pekerjaan baru sekaligus mengangkat identitas dan kearifan lokal sebagai daya tarik wisata.

Aryanto menegaskan bahwa masyarakat pesisir tidak semestinya hanya menjadi penonton dalam pembangunan pariwisata. Mereka perlu mendapatkan ruang untuk berpartisipasi dan menikmati manfaat ekonomi yang dihasilkan.

"Manfaatnya juga akan ke mereka, misalnya terbukanya lapangan kerja, ada identitas lokal yang bisa menjadi atraksi," ujarnya.

Ia menambahkan, kajian pembangunan perlu diperkuat dengan pengenalan terhadap kondisi masyarakat di tingkat akar rumput. Hal ini mencakup hak-hak wilayah dan kearifan lokal yang selama ini dipraktikkan. Dengan demikian, pengembangan pariwisata dapat diterima secara sosial sekaligus layak dari sisi lingkungan dan ekonomi.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara
Lihat di situs asli

Berita terkait