Nasional

Dokter Ingatkan Pentingnya Cek Kesuburan Sejak Dini

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Dokter spesialis obstetri dan ginekologi subspesialis fertilitas endokrinologi reproduksi Prof. Dr. dr. Budi Wiweko mengingatkan pasangan untuk memahami kondisi fertilitas sejak dini sebagai bagian dari perencanaan kehamilan....

28 Agustus 2026, pukul 06:43 WIB · dibaca 0 kali

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Dokter spesialis obstetri dan ginekologi subspesialis fertilitas endokrinologi reproduksi Prof. Dr. dr. Budi Wiweko mengingatkan pasangan untuk memahami kondisi fertilitas sejak dini sebagai bagian dari perencanaan kehamilan. Menurut dia, pemeriksaan fertilitas tidak semestinya baru dilakukan setelah pasangan bertahun-tahun mengalami kesulitan memiliki anak.

"Pemeriksaan fertilitas sering kali baru dianggap perlu dilakukan ketika bertahun-tahun pasangan belum dikaruniai buah hati. Padahal, memahami kondisi kesehatan reproduksi sejak awal merupakan langkah penting untuk menentukan strategi yang paling tepat dalam merencanakan kehamilan," ujar Budi dalam keterangan tertulis, Jumat (28/8/2026).

Baca Juga

Dia mengatakan, semakin dini pasangan mengetahui kondisi fertilitasnya, semakin banyak pilihan penanganan yang dapat dipertimbangkan. Karena itu, pemeriksaan kesehatan reproduksi dapat menjadi bagian dari perencanaan kehamilan, bukan semata-mata dilakukan ketika masalah kesuburan sudah muncul.

Budi juga menekankan, keberhasilan program kehamilan, termasuk In Vitro Fertilization (IVF) atau bayi tabung, tidak hanya ditentukan oleh faktor usia. Kualitas embrio, kondisi rahim, kualitas sperma dan sel telur, serta riwayat kesehatan reproduksi pasangan turut berperan dalam menentukan peluang keberhasilan.

Menurut dia, setiap pasangan memiliki kondisi dan tantangan yang berbeda. Karena itu, penanganan infertilitas perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien dan didasarkan pada bukti ilmiah.

Hal tersebut tercermin dari pengalaman Allyssa Hawadi dan Candi Soeleman. Selama sembilan tahun, pasangan tersebut berpindah dari satu rumah sakit ke rumah sakit lain, termasuk menjalani pemeriksaan hingga ke luar negeri.

Namun, mereka belum menemukan penyebab infertilitas yang dialami.

Pasangan tersebut kemudian bertemu dengan Budi di RS Pondok Indah IVF Centre. Setelah menjalani evaluasi secara komprehensif, penyebab utama infertilitas mereka akhirnya teridentifikasi sehingga penanganan dapat disesuaikan dengan kondisi yang ditemukan.

Perjalanan keduanya masih menghadapi tantangan. Mereka hanya memiliki satu embrio sehat yang tersisa. Setelah melalui program kehamilan, harapan yang telah dinantikan selama sembilan tahun akhirnya terwujud.

Kisah tersebut, menurut Budi, menunjukkan pentingnya evaluasi secara menyeluruh dalam menangani masalah infertilitas. Setiap pasangan dapat memiliki penyebab dan kebutuhan medis yang berbeda sehingga strategi penanganannya pun tidak dapat disamaratakan.

 

 

Loading...
Lihat di situs asli

Berita terkait