Nasional

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Ini Hasil Kajian Komunikasi Evident Institute

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Lembaga riset Evident Institute merilis kajian mengenai komunikasi publik selama dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Kajian tersebut menyoroti tingkat kepuasan masyarakat, pendekatan dialog dalam penyusunan...

22 Oktober 2026, pukul 01:31 WIB · dibaca 0 kali

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Lembaga riset Evident Institute merilis kajian mengenai komunikasi publik selama dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Kajian tersebut menyoroti tingkat kepuasan masyarakat, pendekatan dialog dalam penyusunan kebijakan, serta sejumlah tantangan ekonomi yang masih dihadapi masyarakat dan dunia usaha.

Head of Research Evident Institute Antonius Ivan Sudibyo mengatakan, kajian lembaganya mencatat tingkat kepuasan publik terhadap pemerintah masih relatif tinggi. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu kebijakan yang disebut memberikan manfaat bagi masyarakat.

Baca Juga

“Evident Institute mencatat tingkat kepuasan publik terhadap pemerintah tetap tinggi, dengan Makan Bergizi Gratis (MBG) disebut sebagai salah satu program yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Antonius dalam siaran pers, Kamis (22/10/2026).

Selain tingkat kepuasan publik, Evident Institute mengkaji pendekatan komunikasi pemerintah dalam proses penyusunan kebijakan. Lembaga tersebut menilai dialog dengan berbagai pemangku kepentingan dapat membantu pemerintah memahami kebutuhan masyarakat sekaligus mempertemukan kepentingan sejumlah pihak.

Salah satu contoh yang disoroti adalah proses pembahasan Undang-Undang Pelindungan Ketenagakerjaan yang melibatkan pemerintah, DPR, serikat pekerja, dan asosiasi pengusaha. Evident Institute juga mencatat proses dialog dalam penyusunan Peraturan Presiden mengenai pelindungan pengemudi ojek daring yang melibatkan pengemudi dan perusahaan aplikator.

Menurut Evident Institute, kedua kebijakan tersebut menunjukkan pentingnya komunikasi dua arah dalam proses pengambilan keputusan. Pendekatan serupa dinilai dapat diterapkan dalam pembahasan kebijakan ekonomi lainnya, terutama yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha.

Di sisi lain, kajian tersebut mencatat sebagian masyarakat masih menghadapi tekanan ekonomi. Kondisi ini antara lain tercermin dari keluhan yang disampaikan melalui media sosial serta penggunaan pinjaman daring dan layanan gadai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari maupun pengeluaran mendesak.

Evident Institute menilai penyampaian keluhan melalui media sosial merupakan hal yang wajar dalam kehidupan demokrasi. Aspirasi masyarakat tersebut disarankan menjadi bahan evaluasi agar pemerintah dapat merumuskan kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan kelompok terdampak.

Lembaga tersebut juga mengusulkan pengembangan mekanisme jaring pengaman sosial bagi masyarakat yang masih mengalami kesulitan ekonomi. Namun, keterangan yang disampaikan tidak merinci jumlah responden, besaran tingkat kepuasan publik, maupun proporsi masyarakat yang menghadapi tekanan ekonomi.

Dari sisi dunia usaha, Evident Institute mencatat sejumlah perusahaan di sektor manufaktur dan usaha rintisan atau startup masih menahan perekrutan karyawan baru. Kondisi tersebut dikaitkan dengan fluktuasi nilai tukar dan akses pendanaan yang belum sepenuhnya pulih.

Kajian itu juga menyoroti kredit perbankan yang telah mendapat persetujuan tetapi belum seluruhnya disalurkan. Evident Institute menilai kondisi tersebut menunjukkan masih adanya tantangan dalam pemulihan aktivitas sektor riil.

Untuk merespons kondisi tersebut, Evident Institute menyarankan pemerintah memperluas komunikasi dengan pelaku usaha. Dialog secara berkala dinilai dapat membantu mengidentifikasi kendala investasi, pengembangan bisnis, dan perekrutan tenaga kerja.

“Penambahan insentif usaha, disertai dialog rutin dengan pengusaha soal kekhawatiran mereka, dinilai bisa mendorong dunia usaha untuk kembali berani merekrut tenaga kerja dan melakukan ekspansi,” ujar Antonius.

Selain dialog dengan dunia usaha, Evident Institute mengusulkan subsidi pembelian produk manufaktur dalam negeri untuk membantu daya beli masyarakat kelas menengah. Usulan tersebut juga diharapkan dapat mendukung permintaan terhadap produk industri domestik.

Evident Institute turut menyarankan evaluasi berkala terhadap program pemerintah, termasuk MBG, khususnya terkait efektivitas pelaksanaan dan keberlanjutan pembiayaan. Evaluasi dinilai diperlukan agar manfaat program dapat dipertahankan dalam jangka panjang.

Secara keseluruhan, kajian Evident Institute menempatkan komunikasi dua arah sebagai salah satu unsur dalam penyusunan dan evaluasi kebijakan pemerintah. Pelibatan masyarakat serta dunia usaha dinilai dapat membantu pemerintah merespons perubahan kondisi ekonomi dan kebutuhan publik.

Lihat di situs asli

Berita terkait