SEMARANG — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) menyatakan akan mendukung proyek pembangunan pusat data kecerdasan buatan atau AI di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB). Mereka menilai, proyek tersebut akan memberikan dampak bagi pertumbuhan ekonomi.
“Kami sangat mendukung investasi data center ini, karena kalau kita lihat dampaknya, manfaat bagi Jawa Tengah, itu paling tidak nanti kita akan mendapatkan multiplier effect, efek domino atas penyelenggaraan data center ini,” ungkap Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jateng, Johan Hadiyanto, saat memberikan keterangan pers di kantornya, Kota Semarang, Senin (26/10/2026).
Baca Juga- Gubernur Luthfi: Lahan Data Center AI di Batang Tersedia, Mau 2 atau 58 Hektare Ada
- Rencana Pembangunan Data Center AI di Batang Masih dalam Kajian
- Data Center AI akan Dibangun di Kawasan Industri Batang, Ahmad Luthfi: Sudah Taraf Kajian
Dia menyebut, pertumbuhan ekonomi bakal menjadi salah satu efek positif dari proyek pembangunan pusat data AI di KITB. “Tentunya pertumbuhan ekonomi kita juga naik. Kemudian nanti efeknya juga butuh tenaga kerja, barang, jasa, dan pendukungnya, kemudian tentunya meningkatkan kualitas juga keterampilan tenaga kerja di bidang teknologi digital, engineering data, dan infrastruktur digital,” katanya.
Menurut Johan, jika nantinya terealisasi, pusat data AI di KITB dapat menjadi salah satu ekosistem industri berteknologi tinggi di Jateng. “Ini mendukung diversifikasi dari basis manufaktur yang kuat menuju ekosistem yang lebih teknologi dan intensif: ada AI, infrastruktur digital, elektronik, dan sektor digital, teknologi tinggi yang lain,” ujarnya.
Dia menambahkan, rencana pembanguna pusat data AI di KITB terus berproses, termasuk terkait kajiannya. “Kalau bicara apakah sudah dibangun di sana? Saat ini dalam proses. Kalau kapasitas juga bukan 1 gigawatt ya, kapasitasnya hanya 240 megawatt,” ucapnya.
Johan meminta agar rencana pembangunan pusat data AI di KITB tidak dikhawatirkan. Sebab infrastruktur tersebut bakal di bangun di kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus.
“Kalau sudah di kawasan industri, kawasan ekonomi khusus, berarti sumber dayanya sudah diperhitungkan ya dari sisi kelayakan, perizinan, dan seterusnya. Saya pikir sumber daya di kawasan ekonomi sudah memperhitungkan,” kata Johan.
Sementara itu Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin mengungkapkan, kajian terkait rencana pembangunan pusat data AI di KITB belum tuntas. Ketika ditanya apakah ada antisipasi penolakan masyarakat terkait proyek tersebut, Yasin tidak berkomentar banyak.
“Kalau sudah kajiannya, baru kita bisa antisipasi. Kalau sekarang ya paling kita menyampaikan sosialisasi bahwa ini sudah ada yang dilakukan untuk AI yang ada di Kabupaten Batang oleh pemerintah pusat. Tetapi kami di pemerintah daerah tetap akan membaca membaca dari kajian tersebut,” ucap Yasin ketika diwawancara di Kantor DPRD Jateng.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika