REPUBLIKA.CO.ID, ROMA — Program Pangan Dunia (WFP) memperingatkan bahwa pola cuaca El Nino yang menguat dapat mendorong setidaknya 49 juta orang ke kerawanan pangan akut pada akhir 2027. Warga terdampak menyebar di benua Afrika, Amerika, hingga Asia.
Menurut WFP, El Nino diperkirakan akan mencapai puncaknya antara bulan September-Desember 2026. Namun dampaknya kemungkinan bakal berlanjut sepanjang 2027 dan berimbas pada terganggunya panen pertanian.
Baca Juga- Bappenas Minta Mitigasi Karhutla Diperkuat Selama El Nino 2026
- BMKG Wantiwanti Risiko El Nino Ganggu Sektor Ketahanan Pangan hingga Sumber Air
- Begini Upaya Bandung Barat Kejar Target Produksi Padi di Tengah El Nino
Berdasarkan analisis terbarunya, WFP mengungkapkan, El Nino diprediksi akan memperburuk kerawanan pangan secara signifikan di 45 negara yang sudah berjuang melawan kelaparan. Hal itu dapat meningkatkan jumlah orang dengan rawan pangan dari sekitar 225 juta menjadi 274 juta.
"El Nino adalah ancaman besar bagi keamanan pangan jutaan orang yang sudah rentan," kata Penjabat Direktur Eksekutif WFP, Carl Skau, dalam pernyataannya, Rabu (5/8/2026), dikutip laman Anadolu Agency.
Lihat postingan ini di Instagram
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika