REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan dukungannya terhadap rencana Presiden FIFA Gianni Infantino menjual sebagian saham hak komersial Piala Dunia melalui pembentukan FIFA Forward Enterprise (FFE). Menurut Erick, langkah tersebut penting untuk menghadirkan pendanaan yang dapat mempercepat pengembangan sepak bola Indonesia.
Dalam wawancara dengan Sky News, Erick yang juga pemilik klub League One Inggris, Oxford United, menyampaikan bahwa dana yang dihimpun melalui FFE, sebuah badan usaha komersial senilai 20 miliar dolar AS atau sekitar Rp 360 triliun, dapat memberikan manfaat besar bagi negara-negara anggota FIFA, termasuk Indonesia.
Baca Juga- FIFA Buka Proses Disiplin terhadap Trio Argentina Usai Kericuhan Final Piala Dunia 2026
- Infantino Buka Suara Soal Rencana FIFA Jual Saham Piala Dunia
- UEFA Kecam Rencana FIFA Jual Piala Dunia ke Pihak Swasta yang Dekat dengan Trump
"Sepak bola Indonesia telah berubah dalam tiga tahun terakhir - telah dibersihkan," kata Erick. "Peringkat tim nasional telah naik dari 174 menjadi 118 - untuk melanjutkan transformasi ini, dibutuhkan pendanaan."
Erick sebelumnya menandatangani kesepakatan dengan Gianni Infantino untuk mendirikan pusat FIFA di Jakarta. Kesepakatan yang dicapai tahun lalu itu disebut kedua pihak sebagai "hari bersejarah" bagi masa depan sepak bola di Asia Tenggara dan Asia Timur.
Di sisi lain, analisis menunjukkan bahwa apabila Piala Dunia putra diperluas dari 48 menjadi 64 peserta, seperti yang diusulkan Infantino, Indonesia berpeluang lolos ke putaran final berdasarkan peringkat dunia saat ini.
Menanggapi kekhawatiran bahwa FIFA akan menyerahkan aset komersial paling berharga di dunia sepak bola kepada segelintir investor swasta, Erick menilai langkah serupa telah dilakukan banyak asosiasi nasional dalam mengelola kompetisi domestik maupun liga mereka.
"Jika anggota FIFA menyetujuinya, itu akan menunjukkan adanya permintaan agar kesepakatan ini terjadi."
Selain Erick, Presiden Asosiasi Sepak Bola Republik Ceko David Trunda juga menyatakan dukungannya kepada Sky News. Ini membantah klaim Presiden UEFA Alexander Ceferin yang menyebutkan seluruh anggota UEFA solid menolak usulan Infantino.
Kampanye untuk menggagalkan penjualan saham hak komersial tersebut muncul setelah FIFA menawarkan potensi pembagian keuntungan sekitar 40 juta dolar AS atau sekitar Rp 720 miliar kepada masing-masing dari 211 asosiasi anggotanya apabila proposal disetujui pada pertengahan September.
Di tengah kritik kepadanya, Infantino merespons melalui pesan video. Ia menegaskan proses yang sedang berlangsung masih berupa konsultasi dan menekankan bahwa sepak bola tidak akan berubah akibat transaksi tersebut.
Ikuti Whatsapp Channel Republika