REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Wali Kota Bandung Muhammad Farhan geram dengan sejumlah pejabat di lingkungan Pemkot Bandung yang bertindak asusila kepada bawahan atau siswa magang. Ia pun mendemosi pejabat tersebut dengan penurunan jabatan.
"Saya sudah memberikan peringatan. Banyak sekali. Ada beberapa pejabat yang bahkan saya demosi, saya turunkan pangkat, karena melakukan tindakan-tindakan asusila seperti itu," ucap dia dikutip Senin (19/10/2026).
Baca Juga- Kopdes Merah Putih Sudah Berdiri 65 Gerai di Bandung Barat
- Debt Collector Bentrok dengan Ormas di Bandung, Satu Orang Diamankan
- Produksi 8 Juta Butir per Hari, Pabrik Obat Keras Ilegal di Bandung Ngaku Jual Makanan Kucing
Ia menuturkan pengawasan ketat harus dilakukan khususnya pengarusutamaan gender. Pemkot Bandung sedang mengupayakan penyusunan perda tentang pengarusutamaan gender.
"Plus, kekuatan yang sudah ada, yaitu perda tentang pembinaan dan pengendalian perilaku menyimpang seksual," kata dia.
Farhan menjelaskan perda tersebut menjadi senjata untuk mengatur tata etika kehidupan di lingkungan Pemkot Bandung. Dia menegaskan tidak ada toleransi terhadap pelanggaran asusila.
"Wah, saya keras. Saya tidak ada toleransi untuk pelanggaran asusila," kata dia.
Ia mengaku akan mengumpulkan data terkait pelanggaran ASN yang melakukan asusila. Pihaknya menegaskan akan menindak ASN yang berbuat asusila sesuai dengan ketentuan dan saksi yang ada.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika