REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Dua kali dalam setahun, umat Islam mendapat kesempatan istimewa untuk memastikan arah kiblat secara akurat tanpa memerlukan peralatan canggih. Melalui fenomena astronomi Rashdul Kiblat atau Istiwa A'zam, saat Matahari berada tepat di atas Ka'bah, bayangan benda tegak dapat dijadikan acuan untuk memverifikasi dan meluruskan arah kiblat rumah maupun masjid.
Momentum ini dimanfaatkan masyarakat di berbagai daerah, termasuk di Tasikmalaya dan Aceh Barat, sebagai bagian dari Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026 yang diinisiasi Kementerian Agama.
Ikuti Whatsapp Channel Republika sumber : Antara Foto