Nasional

Festival Kuliner Malam di Pecinan Glodok Diserbu Warga, Pemkot Jakbar Dorong UMKM Naik Kelas

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Masyarakat memadati festival kuliner malam yang digelar Pemerintah Kota Jakarta Barat di kawasan Pecinan Glodok, Tamansari, pada Sabtu malam (waktu setempat). Acara yang menyuguhkan aneka jajanan...

20 Juni 2026, pukul 17:15 WIB · dibaca 0 kali

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Masyarakat memadati festival kuliner malam yang digelar Pemerintah Kota Jakarta Barat di kawasan Pecinan Glodok, Tamansari, pada Sabtu malam (waktu setempat). Acara yang menyuguhkan aneka jajanan dari pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) ini menjadi daya tarik wisata baru di ibu kota.

Pantauan di lokasi hingga pukul 22.00 WIB, puluhan tenan UMKM mayoritas menjajakan berbagai jenis kuliner. Kemeriahan acara semakin terasa dengan penampilan dari Abang None Jakarta Barat serta grup-grup musik dan mata acara bernuansa budaya lokal.

UMKM sebagai Soko Guru Perekonomian

Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, menegaskan bahwa UMKM merupakan salah satu tiang utama perekonomian rakyat yang harus didukung dan dipastikan keberlanjutannya. Kehadiran bazar ini merupakan salah satu upaya konkret untuk mewujudkan hal tersebut.

"Kita ingin menghidupkan bagaimana UMKM ini sebagai eksistensi dari soko guru perekonomian. Kita angkat dan kita tingkatkan mereka agar naik kelas. Tentu nanti dengan pembinaan selanjutnya," kata Iin di lokasi acara.

Melihat antusiasme masyarakat yang sangat tinggi, Iin memastikan bahwa kegiatan Bazar UMKM di kawasan Pecinan Glodok tidak akan berhenti hanya pada malam itu saja. Pihaknya memiliki tujuan berkelanjutan untuk mengangkat kearifan lokal.

"Kegiatan ini tidak hanya berhenti di malam ini. Kami akan sustainable goals-nya adalah akan mengangkat kearifan lokal, baik dari sisi budaya, sisi UMKM, dan sisi yang lainnya," ujar Iin.

Lebih lanjut, Iin mengungkapkan rencana untuk terus meramaikan kawasan Pecinan Glodok dengan berbagai kegiatan lain. Kawasan ini diharapkan tidak hanya menjadi pusat wisata kuliner, tetapi juga panggung atraksi dan aktivasi bagi warga.

"Anak-anak kita yang memiliki talenta, anak-anak kita yang memiliki kompetensi untuk bisa tampil di sini. Tempat ini untuk atraksi, aktivasi warga kita. Baik anak-anak, remaja atau kelompok-kelompok seni budaya, kita bisa tampil di sini," pungkas Iin.

Dampak Positif bagi Warga dan Pelaku UMKM

Antusiasme tinggi terhadap kegiatan ini juga disampaikan oleh pengunjung. Yuyun, warga Kelurahan Keagungan Tamansari, mengaku hampir setiap minggu datang ke Pecinan Glodok bersama keluarga untuk berwisata kuliner. Ia menilai bazar ini berdampak langsung bagi para pedagang.

"Di sini kan pedagang UMKM jadi bisa berjualan, dagangan mereka jadi pada laku," kata Yuyun. Malam itu, ia dan anak-anaknya telah mencicipi berbagai hidangan, mulai dari gudeg hingga jajanan lainnya. Soto Bang Kumis disebut sebagai salah satu menu favoritnya.

Dari sisi pelaku usaha, Febi, seorang penjual dimsum, menyambut baik penyelenggaraan festival ini. Baginya, acara ini merupakan ajang promosi yang sangat efektif untuk memperkenalkan merek dagangannya, dimsum mentai, yang baru dirintisnya selama kurang lebih satu tahun.

"Menurut aku menguntungkan UMKM untuk lebih mengeksplor brand-nya keluar. Jadi, masyarakat juga tahu kalau ada brand ini dan kita jualan di sini. Jadi kayak masyarakat mencicipi cita rasa dari kita sih," imbuhnya.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara
Lihat di situs asli

Berita terkait