Nasional

Fortifikasi Jadi Nilai Tambah Tepung Terigu bagi Konsumen

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Fortifikasi zat gizi mikro menjadi salah satu nilai tambah yang perlu diperhatikan konsumen saat memilih tepung terigu. Selain menjadi sumber karbohidrat, tepung yang difortifikasi juga mengandung sejumlah...

1 September 2026, pukul 10:50 WIB · dibaca 0 kali

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Fortifikasi zat gizi mikro menjadi salah satu nilai tambah yang perlu diperhatikan konsumen saat memilih tepung terigu. Selain menjadi sumber karbohidrat, tepung yang difortifikasi juga mengandung sejumlah mikronutrien yang dibutuhkan tubuh.

Ketua Bidang Kajian Gizi Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI), Dr. Sandjaja, mengatakan tepung terigu tidak hanya perlu diperhatikan dari kandungan karbohidrat dan gluten, tetapi juga kandungan zat gizi mikro yang diperoleh melalui proses fortifikasi.

Baca Juga

“Tepung terigu yang beredar di pasaran wajib mengandung zat gizi mikro tambahan melalui regulasi SNI. Tepung terigu premium harus diperkaya dengan campuran senyawa kimia mikro atau premiks,” ujar Sandjaja dalam keterangannya, Selasa (1/9/2026).

Menurut Sandjaja, sejumlah mikronutrien yang menjadi komponen fortifikasi tepung terigu meliputi zat besi, zink, vitamin B1, vitamin B2, dan asam folat.

Zat besi berperan dalam membantu mencegah anemia akibat kekurangan zat besi. Zink mendukung fungsi sistem imun dan berbagai proses metabolisme tubuh, sementara vitamin B1 dan B2 berperan dalam metabolisme energi.

Adapun asam folat memiliki fungsi penting dalam pembentukan sel dan dibutuhkan selama masa kehamilan untuk membantu mencegah cacat tabung saraf pada janin.

Sandjaja mengatakan fortifikasi membuat tepung terigu tidak hanya dipandang sebagai sumber karbohidrat, tetapi juga dapat membantu memenuhi kebutuhan mikronutrien masyarakat.

Karena itu, konsumen dapat mempertimbangkan informasi kandungan gizi dan fortifikasi yang tercantum pada kemasan saat memilih tepung terigu. Selain kandungan gizi, kondisi fisik tepung juga perlu diperhatikan, seperti tekstur yang halus, tidak menggumpal, dan tidak memiliki aroma apek.

Salah satu produk yang mencantumkan kandungan zat gizi mikro hasil fortifikasi adalah tepung terigu Sania. Informasi pada kemasan dapat menjadi salah satu acuan bagi konsumen dalam mengetahui kandungan gizi produk sebelum digunakan.

Kualitas tepung juga berkaitan dengan penggunaannya dalam pengolahan makanan. Kandungan gluten dan kualitas bahan dapat memengaruhi elastisitas adonan, kemampuan mengembang, serta tekstur makanan yang dihasilkan.

Sehingga, pemilihan tepung terigu tidak hanya berdasarkan harga atau merek. Informasi kandungan gizi, fortifikasi, kondisi produk, dan kesesuaian dengan jenis makanan juga dapat menjadi pertimbangan konsumen.

 

Lihat di situs asli

Berita terkait