Nasional

Gagal UTBK, Haruskah Mimpi Kuliah Berakhir? UNM Kampus Rawamangun Punya Jawabannya

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hasil Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2026 menjadi momen penuh harapan sekaligus ketegangan bagi jutaan siswa SMA dan SMK di Indonesia. Di tengah ketatnya persaingan masuk...

12 Juni 2026, pukul 07:35 WIB · dibaca 0 kali

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hasil Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2026 menjadi momen penuh harapan sekaligus ketegangan bagi jutaan siswa SMA dan SMK di Indonesia.

Di tengah ketatnya persaingan masuk perguruan tinggi negeri, tidak sedikit peserta yang harus menerima kenyataan belum berhasil meraih kampus impiannya. Namun, kegagalan dalam UTBK bukanlah akhir dari perjalanan menuju pendidikan tinggi dan karier yang sukses.

Melihat fenomena tersebut, Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis mengajak para lulusan SMA/SMK untuk tetap optimistis dalam menata masa depan.

Melalui semangat “UTBK Bukan Akhir, Tapi Awal Masa Depanmu”, UNM menghadirkan pendidikan tinggi yang berorientasi pada kompetensi, inovasi, dan kesiapan kerja di era digital.

UNM Kampus Rawamangun menawarkan berbagai program studi yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini, seperti Sistem Informasi, Informatika, Sains Data, Manajemen, dan Bisnis Digital.

Kurikulum yang diterapkan dirancang untuk mengintegrasikan penguasaan teknologi, kemampuan bisnis, serta keterampilan profesional yang dibutuhkan dunia kerja modern.

Kepala Kampus UNM Kampus Rawamangun, Maruloh menegaskan, hasil UTBK tidak dapat dijadikan satu-satunya ukuran keberhasilan seseorang dalam meraih masa depan.

Ia menuturkan, UTBK bukan penentu akhir masa depan seseorang. Saat ini, dunia kerja lebih membutuhkan individu yang mampu beradaptasi, memiliki keterampilan digital, dan siap menghadapi perubahan yang sangat cepat.

‘’UNM hadir untuk memberikan kesempatan kepada generasi muda agar tetap dapat memperoleh pendidikan tinggi berkualitas dan membangun masa depan yang lebih baik,” ujarnya dalam rilis yang diterima, Jumat (12/6/2026).

Menurutnya, dunia industri saat ini tidak hanya mencari lulusan dengan nilai akademik yang baik, tetapi juga talenta yang memiliki pengalaman praktis, kemampuan problem solving, komunikasi, serta kesiapan menghadapi tantangan dunia kerja.

“Kami ingin mahasiswa tidak hanya lulus dengan ijazah tetapi juga memiliki kompetensi yang dibutuhkan industri. Karena itu, proses pembelajaran di UNM dirancang lebih aplikatif, adaptif, dan selaras dengan kebutuhan dunia kerja masa kini,” tambah Maruloh.

Ia menjelaskan, sebagai Kampus Digital Bisnis, UNM terus memperkuat komitmennya dalam mencetak lulusan yang siap bersaing melalui berbagai program unggulan.

Salah satunya, Internship Experience Program (IEP) 3+1, sebuah program yang memungkinkan mahasiswa menjalani tiga tahun perkuliahan dan satu tahun magang profesional di perusahaan mitra.

“Program ini didukung lebih dari 300 perusahaan nasional dan multinasional, sehingga mahasiswa memiliki kesempatan memperoleh pengalaman kerja nyata sebelum lulus. Selain meningkatkan kompetensi, mahasiswa juga dapat membangun jejaring profesional yang menjadi modal penting dalam mengembangkan karier,” paparnya.

Dengan berbagai program unggulan tersebut, UNM terus membuktikan perannya sebagai perguruan tinggi yang fokus mencetak generasi muda unggul, inovatif, dan siap menghadapi tantangan transformasi digital.

Bagi para peserta yang belum berhasil dalam UTBK, UNM mengingatkan, satu hasil ujian tidak menentukan seluruh perjalanan hidup. Masih banyak jalan untuk meraih pendidikan tinggi dan masa depan yang gemilang.

Melalui tagline “Ubah Mimpi Jadi Prestasi”, UNM mengajak generasi muda untuk bangkit, membuka peluang baru, dan menjadikan setiap tantangan sebagai langkah awal menuju kesuksesan.

Lihat di situs asli

Berita terkait