Nasional

Gandeng Komunitas, Kendari Promosi Festival Pantai Nambo Demi Tembus Event Nasional

REPUBLIKA.CO.ID, KENDARI, – Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, menggandeng komunitas lokal serta berbagai elemen masyarakat untuk mempromosikan Festival Pantai Nambo. Langkah strategis ini dilakukan agar...

30 Oktober 2026, pukul 21:15 WIB · dibaca 0 kali

REPUBLIKA.CO.ID, KENDARI, – Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, menggandeng komunitas lokal serta berbagai elemen masyarakat untuk mempromosikan Festival Pantai Nambo. Langkah strategis ini dilakukan agar festival tersebut dapat menembus Kalender Event Nasional (KEN).

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Kendari, Hermawaty, menyatakan bahwa strategi penguatan promosi pariwisata daerah kini berfokus pada penyelenggaraan kegiatan berbasis pengalaman atau experiential tourism. Konsep ini memadukan keindahan destinasi, olahraga, seni budaya, serta pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

"Kalau dari Dinas Pariwisata, tentu yang menjadi unggulan kita adalah bagaimana memperbanyak penyelenggaraan event. Pelaksanaannya kita hadirkan sport tourism, pelaku UMKM dan ekonomi kreatif, serta pentas seni budaya agar masyarakat umum dan generasi muda punya ruang menunjukkan kreativitas," ujarnya saat ditemui, Jumat.

Pengalaman Wisata yang Utuh

Menurut Hermawaty, pariwisata modern tidak hanya berorientasi pada pemandangan, tetapi bagaimana wisatawan mendapatkan pengalaman yang utuh. Hal ini mencakup rasa aman, nyaman, kebersihan, hingga menikmati kuliner lokal serta berolahraga di tengah suasana destinasi wisata.

Untuk mewujudkan hal tersebut, pihaknya menyiapkan Festival Pantai Nambo yang akan berlangsung selama dua hari pada 7–8 November mendatang. Berbagai kegiatan menarik telah disiapkan, di antaranya panggung kreatif, pameran yang melibatkan sekitar 20 pelaku UMKM dan kuliner lokal, serta enam cabang perlombaan untuk mendongkrak partisipasi masyarakat.

Lomba tersebut meliputi lomba lulo, tari kreasi, fashion kreatif, mosolori, musik (band dan akustik), serta lomba video promosi wisata dan ekonomi kreatif.

Kolaborasi Sport Tourism dengan Universitas Terbuka

Pada hari kedua penyelenggaraan, festival ini akan berkolaborasi dengan Universitas Terbuka (UT) Kendari melalui ajang sport tourism bertajuk "UT Namborun" yang memasuki tahun kedua. Hermawaty mengatakan kegiatan ini diproyeksikan menarik ribuan pelari dengan garis akhir di Pantai Nambo.

Terdapat dua kategori jarak yang dilombakan, yakni 5 kilometer dan 10 kilometer. Peserta kategori 5 kilometer akan mengambil titik start dari jembatan kuning di wilayah Buku Toko langsung menuju Pantai Nambo melewati kawasan pesisir. Sementara peserta kategori 10 kilometer akan berputar terlebih dahulu melewati Jembatan Teluk Kendari sebelum menuju titik akhir yang sama di Pantai Nambo.

Selain menggandeng institusi pendidikan, Dinas Pariwisata Kota Kendari juga aktif merangkul komunitas-komunitas kreatif, seperti pegiat wisata Trip A, guna memperluas jangkauan promosi. "Panitia sudah berkomunikasi dengan teman-teman komunitas. Kami bekerja sama dan memfasilitasi mereka agar bisa hadir dan turut menyemarakkan kegiatan ini," ujarnya.

Seluruh rangkaian promosi dan penyelenggaraan acara ini dikoordinasikan secara berkala dengan Kementerian Pariwisata. Pemerintah Kota Kendari berharap Festival Nambo dan berbagai kegiatan unggulan lainnya dapat masuk dalam KEN sehingga akses pariwisata Kota Kendari semakin terbuka luas. Langkah ini sekaligus memperkuat citra Kota Kendari sebagai ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara yang memiliki potensi pariwisata, MICE, serta kota jasa yang terus bertumbuh dan mendukung kawasan pariwisata strategis nasional.

Peran Duta Wisata dalam Promosi

Dalam upaya memperkuat fondasi promosi daerah, Dinas Pariwisata juga memaksimalkan peran generasi muda melalui finalis Duta Wisata Anandonia Luale 2026. Sebanyak 10 pasang finalis terpilih telah melalui proses seleksi ketat dan mendapatkan pembekalan komprehensif mulai dari kebudayaan, pariwisata, peningkatan kapasitas bahasa Inggris, hingga penguatan mental bersama psikolog.

"Anak-anak muda ini kami libatkan dalam berbagai kegiatan kepariwisataan dan promosi daerah. Istilah Anandonia dan Luale merepresentasikan kebanggaan kita terhadap kebudayaan suku asli Tolaki. Ke depan, mereka diharapkan menjadi role model serta inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk cinta dan melestarikan budaya lokal," tambah Hermawaty.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara
Lihat di situs asli

Berita terkait