REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) bersama sejumlah elemen mahasiswa dan masyarakat sipil bakal menggelar Aksi Mimbar Bebas Rakyat Kalimantan di Bundaran Kayu Tangi, Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) pada Jumat (16/10/2026) pagi. Aksi itu dilakukan lantaran negara tak kunjung bisa mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tanah Borneo tersebut.
Ketua BEM UI Yatalathof Ma'shum Imawan mengatakan, aksi itu dilakukan untuk mendesak pemerintah melakukan penanganan serius dalam segala permasalahan yang saat ini terjadi di Kalimantan. Terlebih, masyarakat di Kalimantan bukan hanya terdampak karhutla yang mulai merambat hingga tepi permukiman, melainkan juga pemadaman listrik, krisis air bersih, hingga kelangkaan BBM.
Baca Juga- Pemerintah Libatkan 500 Perusahaan di Kalteng untuk Perangi Karhutla
- Indonesia Patuhi Protokol Pelaporan Karhutla ASEAN, Menlu: Data Operasional Dibagikan
- Yusril Koordinasi dengan Mensesneg Soal Gugatan Karhutla Kalbar
"Ini bukan sekadar bencana alam. Ini adalah kegagalan negara yang sistematis dan berulang," kata dia melalui keterangannya kepada Republika, Kamis (15/10/2026).
Lihat postingan ini di Instagram
Menurut Athof, sapaan Yatalathof, selama ini masyarakat di Kalimantan terus diminta bersabar menghadapi kondisi tersebut. Sementara, kekayaan di wilayah tersebut terus dikeruk oleh segelintir pihak.
Ia menilai, masyarakat telah berupaya menyampaikan aspirasinya melalui berbagai saluran resmi. Namun, hasilnya tetap nihil. Sebab, kebakaran hutan masih terus terjadi tiap malam, listrik masih mati, air masih langka, dan BBM masih tak ada.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika