REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Wakil Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Sonny Harry Budiotomo Harmadi, mengatakan, dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, pihaknya akan fokus mendata aktivitas perekonomian, baik oleh pelaku usaha maupun keluarga yang memanfaatkan platform digital atau lokapasar. Dengan demikian, mereka yang berdagang di TikTok atau medsos lainnya, bakal turut didata.
Sonny menerangkan, dalam Sensus Ekonomi 2026, petugas sensus akan datang ke rumah atau tempat tinggal setiap warga. "Itu akan datang door to door ke rumah-rumah. Karena memang banyak sekali aktivitas usaha yang dilakukan di dalam rumah, sekarang kan sudah pakai TikTok, sudah pakai medsos, itu tidak terlihat dari luar. Baru bisa kita data, baru bisa kita identifikasi, kalau kita masuk ke rumah-rumah," ucapnya saat menghadiri acara Pencanangan Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Lapangan Pancasila Simpang Lima, Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Kamis (18/6/2026).
Baca Juga- Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, BPS DIY Terjunkan 4.082 Petugas Data 606 Ribu Pelaku Usaha
- Sensus Ekonomi 2026 Jabar Targetkan 5,54 Juta Pelaku Usaha, Libatkan 40 Ribu Petugas
- Bupati: Sensus Ekonomi 2026 Wujudkan Pertumbuhan UMKM Berkelanjutan di Lombok Utara
Menurutnya, pendataan tersebut penting untuk memetakan potensi dan kondisi ekonomi secara lengkap di tiap-tiap daerah. Selain itu, data tersebut juga dapat bermanfaat bagi pemerintah untuk mengambil kebijakan ekonomi yang tepat.
"Jadi nanti kita akan datang ke seluruh unit pelaku usaha dan juga door to door ke rumah. Karena banyak usaha yang dilakukan di rumah tapi tidak punya plang, tidak tercatat," kata Sonny.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika