REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Di tengah lesunya industri farmasi akibat pelemahan nilai rupiah terhadap dolar di tengah situasi geopolitik global, industri ritel farmasi di Tanah Air tetap berupaya untuk bertahan.
Di ajang BeautyFest Asia 2026 yang berlangsung beberapa waktu lalu di Mall Kota Kasablanka, Jakarta, salah satu jejaring peritel farmasi VIVA Apotek menampilkan sembilan brand principal yang turut berpartisipasi untuk menghadirkan berbagai produk farmasi serta promo menarik.
Baca Juga- Libur 18 Hari BGN Hemat Rp3 Triliun dari Insentif SPPG
- Di Balik Ritual Muharram yang Masih Dilestarikan Umat Muslim di Pulau Jawa
- Transaksi Valas tanpa Dokumen Turun, BI Klaim Kebijakan Pembatasan Dolar Efektif
Dalam event kecantikan dan lifestyle terbesar di Indonesia tersebut, Haryanto Winata selaku Presiden Direktur VIVA Apotek, mengaku telah berhasil meningkatkan penjualan sebesar 35% dibandingkan partisipasi tahun sebelumnya.
Dia mengungkapkan, peningkatan performa ini menjadi indikator kuat atas tingginya antusiasme masyarakat terhadap produk kesehatan dan kecantikan yang dihadirkan oleh industri, sekaligus memperkuat posisi perusahaan sebagai salah satu jaringan ritel pharmacy destination yang terus berkembang di Indonesia.
Selama tiga hari penyelenggaraan acara, booth VIVA Apotek menghadirkan berbagai program interaktif mulai dari promo eksklusif, flash deals, games berhadiah, aktivasi media sosial, hingga pengalaman belanja omnichannel yang terintegrasi secara online dan offline.
“Kami sangat mengapresiasi antusiasme pengunjung selama BeautyFest Asia 2026 berlangsung. Pencapaian pertumbuhan sales sebesar 35% menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan pengalaman retail kesehatan dan kecantikan yang lebih inovatif, relevan, dan dekat dengan kebutuhan konsumen,” ujar Haryanto Winata selaku Presiden Direktur VIVA Apotek.
Pengunjung BeautyFest Asia 2026 - (Ist)
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika