REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8/2026) tak hanya membuat puluhan ribu rumah warga mengalami kerusakan. Lebih dari 1.000 sekolah di wilayah itu juga dilaporkan mengalami kerusakan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan hingga saat ini terdapat 1.378 sekolah mengalami kerusakan. Akibatnya, terdapat sebanyak 177.678 siswa dan 21.166 guru serta tenaga didik terdampak.
Baca Juga- Diplomasi Rendang Menembus Jarak: Minangkabau Menguatkan Penyintas Gempa Flores NTT
- Tujuh Hari Pascagempa NTT, Korban Masih Terus Bertambah
- Kapolri Tinjau Pengungsi Gempa NTT, Serahkan Bantuan untuk 1.330 Pengungsi
"Ruang kelas yang rusak sebanyak 5.521 unit, sekolah yang rusak berat sebanyak 502 unit. Pendataan saat ini kami dapat katakan sebesar 92 persen," kata dia saat konferensi pers secara daring, Jumat (21/8/2026).
Akibat terdampak bencana, sebanyak 923 sekolah libur sementara. Sementara itu, 35 sekolah harus belajar di ruang darurat, 171 sekolah belajar jarak jauh, dan 30 sekolah belajar normal.
Diketahui, berdasarkan data BNPB hingga Jumat pukul 16.00 WIB, saat ini total ada 44.946 unit rumah terdampak akibat gempa bumi yang terjadi pada akhir pekan lalu. Dari jumlah itu, sebanyak 17.176 unit rumah dilaporkan rusak berat, 9.758 unit rusak sedang, dan 18.013 unit rusak ringan.
Sementara itu, jumlah korban meninggal dunia akibat bencana itu mencapai 83 orang. Sedangkan korban luka mencapai 986 orang dan 110.785 orang masih harus mengungsi dari rumahnya.
Lihat postingan ini di Instagram
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika