Nasional

Gempa M 3,5 Guncang Bantul, Getaran Terasa hingga Solo

Gempa bumi magnitudo 3,5 mengguncang Bantul, DIY, pada Kamis sore. BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan periksa bangunan sebelum kembali ke rumah.

20 Agustus 2026, pukul 11:31 WIB · dibaca 0 kali

Nasional Peristiwa Gempa M 3,5 Guncang Bantul, Getaran Terasa hingga Solo CNN Indonesia Kamis, 20 Agu 2026 18:31 WIB Bagikan: url telah tercopy Ilustrasi. Gempa bumi magnitudo 3,5 mengguncang Bantul, DIY, pada Kamis sore. (Istockphoto/ Morrison1977) Yogyakarta, CNN Indonesia --

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa bumi berkekuatan magnitudo 3,5 mengguncang wilayah Bantul, DIY, dan sekitarnya, Kamis (20/8) sore.

Kepala Stasiun Geofisika Sleman, Ardhianto Septiadhi, mengatakan gempa terjadi pada pukul 17.20 WIB. Berdasarkan hasil analisis BMKG, gempa tersebut memiliki magnitudo M3,5 dengan episenter pada koordinat 7,88 Lintang Selatan dan 110,45 Bujur Timur.

Menurut Ardhianto, episenter gempa bumi terletak pada koordinat 7.88 LS; 110.45 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 11 km arah Timur Laut Bantul, DIY dengan kedalaman 21 km.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Opak," kata Ardhianto dalam keterangannya, Kamis petang.

Getaran gempa dirasakan di sejumlah wilayah. Di Bantul dan Kota Yogyakarta, intensitas gempa mencapai III MMI, yang berarti getaran dirasakan seperti terdapat truk bermuatan melintas. Sementara di Kulon Progo, Sleman, Klaten, Solo, dan Magelang, getaran dirasakan dengan intensitas II MMI.

Lihat Juga :Update Korban Gempa NTT: 75 Orang Tewas, 92.375 Mengungsi

"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut," ujar Ardhianto.

BMKG juga memastikan hingga pukul 17.39 WIB belum terpantau adanya aktivitas gempa bumi susulan atau aftershock.

Ardhianto mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan. Masyarakat juga diminta menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa.

"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah," katanya.

Lihat Juga :Angin Kencang, Heli Gagal Turunkan Bantuan ke Desa Terisolasi di NTT

Masyarakat diminta memastikan informasi mengenai gempa bumi hanya diperoleh dari kanal resmi BMKG, termasuk media sosial @infoBMKG, situs BMKG dan InaTEWS, serta aplikasi InfoBMKG.

(kum/isn) Bagikan: url telah tercopy
Lihat di situs asli

Berita terkait