Nasional

Gempa Parigi Sulteng, 1 Warga Meninggal Diduga Serangan Jantung

Gempa bumi bermagnitudo 6,2 mengguncang Kabupaten Parigi Moutong. Satu warga dilaporkan meninggal dunia, diduga akibat serangan jantung saat gempa terjadi.

16 Agustus 2026, pukul 04:40 WIB · dibaca 0 kali

Nasional Peristiwa Gempa Parigi Sulteng, 1 Warga Meninggal Diduga Serangan Jantung CNN Indonesia Minggu, 16 Agu 2026 11:40 WIB Bagikan: url telah tercopy Ilustrasi. Gempa bumi bermagnitudo 6,2 mengguncang Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Satu warga dilaporkan meninggal dunia, diduga akibat serangan jantung saat gempa terjadi. Dok. Istimewa Jakarta, CNN Indonesia --

Gempa bumi bermagnitudo 6,2 mengguncang Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Satu warga dilaporkan meninggal dunia, diduga akibat serangan jantung saat gempa terjadi.

Korban meninggal dunia diketahui bernama Wiwi Putri Thabha (29), perempuan asal Dusun II, Desa Bugis, Kecamatan Mepanga, Kabupaten Parigi Moutong.

"Iya, berdasarkan laporan sementara, korban diduga meninggal akibat serangan jantung," kata Kepalq Pelaksana BPBD Sulteng, Asbudianto dalam keterangannya, Minggu (16/8).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lihat Juga :Kantor Dinas PUPRP Parigi Sulteng Rusak Usai Diguncang Gempa M 6,2

Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Parigi Moutong yang diterima BPBD Provinsi Sulawesi Tengah, gempa terjadi pada pukul 00.28 WITA.

Pusat gempa berada di koordinat 0,25 derajat Lintang Utara dan 120,22 derajat Bujur Timur, atau sekitar 74 kilometer barat daya Parigi Moutong.

"Hasil pemodelan menunjukkan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami," ujarnya.

Selain itu, gempa juga dilaporkan menyebabkan kerusakan pada Kantor Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan Kabupaten Parigi Moutong.

"Kerusakan berupa bagian plafon serta dinding kuda-kuda bangunan. BPBD juga mencatat terjadi satu kali gempa susulan dengan magnitudo 2,2 pada pukul 01.27 WITA," jelasnya.

Lihat Juga :Indonesia Diguncang 3 Gempa Dalam Sehari

Hingga saat ini, kata Asbudianto bahwa jumlah warga yang mengungsi akibat gempa tersebut masih dalam pendataan. Begitu pula dengan kebutuhan mendesak dan kerusakan lainnya masih terus dihimpun oleh petugas di lapangan.

"Pendataan kerusakan dan dampak masih terus dilakukan," katanya.

Petugas BPBD bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Pusdalops BPBD Kabupaten Parigi Moutong terus melakukan asesmen serta berkoordinasi untuk memastikan kondisi masyarakat dan dampak gempa.

(mir/mik) Bagikan: url telah tercopy
Lihat di situs asli

Berita terkait