Nasional

Gempa Simalungun M6,4 Terasa hingga Padang

Gempa Magnitudo 6,4 mengguncang Simalungun, Sumatera Utara, terasa hingga Padang. BMKG menyatakan gempa ini tidak berpotensi tsunami.

15 Agustus 2026, pukul 12:42 WIB · dibaca 0 kali

Nasional Peristiwa Gempa Simalungun M6,4 Terasa hingga Padang CNN Indonesia Sabtu, 15 Agu 2026 19:42 WIB Bagikan: url telah tercopy Foto ilustrasi. Istockphoto/ Furchin Jakarta, CNN Indonesia --

Gempa dengan Magnitudo 6,4 (M 6,4) yang terjadi di Simalungun, Sumatera Utara, Sabtu (15/8) petang, terasa sampai ke Kota Padang, Sumatera Barat.

Sejumlah warga di beberapa daerah di Sumbar ikut merasakan getaran lindu tersebut. Banyak yang mengira gempa berasal dari patahan Semangko atau dari Mentawai.

Abidin, warga di kawasan Lubuk Buaya, Kota Padang menceritakan, gempa terasa cukup kuat, meski hanya berlangsung beberapa detik. "Paling sekitar 2 atau 3 detik. Tapi kuat sekali. Bergoyang," katanya kepada CNNIndonesia.com.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lihat Juga :Gempa Simalungun Sumut Terasa Sampai Aceh

Hal serupa disampaikan Randi Putra yang tinggal di kawasan Kuranji. Ia kaget, karena mengira Mentawai gempa.

"Kuat, cukup kuat sekali. Saya melihat banyak orang terkejut dan lari keluar rumah. Saya ikut lari juga," katanya.

BMKG mencatat, gempa terjadi pukul 17:54:52 WIB pada lokasi 2.97 Lintang Utara, 98.95 Bujur Timur pada jarak 10 kilometer Tenggara Simalungun SUmatera Utara, dengan kedalaman 163 kilometer.

Lihat Juga :Sejumlah Desa di Selayar Sempat Terendam Air Laut Usai Gempa NTT

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Wijayanto mengatakan, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat aktivitas subduksi lempeng. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme sesar geser turun (oblique normal fault).

""Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat aktivitas subduksi lempeng. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme sesar geser turun ( oblique normal fault). Tidak berpotensi tsunami," katanya dalam keterangan tertulis.

(ned/sur) Bagikan: url telah tercopy
Lihat di situs asli

Berita terkait