Nasional

Generasi Muda Dorong Solusi Teknologi untuk Tekan Risiko Pertambangan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Tantangan keselamatan, lingkungan, hingga pemberdayaan masyarakat di sektor pertambangan mendorong lahirnya berbagai gagasan baru dari kalangan mahasiswa. Sejumlah solusi berbasis teknologi dan ekonomi sirkular ditawarkan untuk memperkuat...

27 Agustus 2026, pukul 16:03 WIB · dibaca 0 kali

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Tantangan keselamatan, lingkungan, hingga pemberdayaan masyarakat di sektor pertambangan mendorong lahirnya berbagai gagasan baru dari kalangan mahasiswa. Sejumlah solusi berbasis teknologi dan ekonomi sirkular ditawarkan untuk memperkuat penerapan praktik pertambangan yang baik atau good mining practice.

Gagasan tersebut muncul dalam babak final Innovation Harvest: Good Mining Practice Case Competition 2026 yang digelar Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama Balai Besar Pengujian Mineral dan Batubara (BBPMB) tekMIRA serta Society of Renewable Energy (SRE) Indonesia.

Kompetisi yang menjadi bagian dari rangkaian ESDM Goes to Campus 2026 subsektor mineral dan batubara itu diikuti lebih dari 140 pendaftar dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Para peserta diminta merumuskan solusi atas berbagai persoalan pertambangan dengan mengambil konteks tantangan yang dihadapi wilayah Kalimantan Selatan.

Tiga isu utama yang diangkat mencakup optimalisasi penerapan good mining practice di area operasi tambang, pengelolaan lingkungan dan reklamasi pascatambang, serta program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat (PPM) yang disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat.

Dari proses seleksi proposal, enam tim kemudian melaju ke babak final. Mereka berasal dari Politeknik Negeri Balikpapan, UPN Veteran Yogyakarta, Universitas Muria Kudus, Universitas Tanjungpura, Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan Yogyakarta, dan Universitas Padjadjaran.

Pada tahap final, masing-masing tim mempresentasikan solusi, strategi implementasi, serta potensi keberlanjutan gagasan mereka di hadapan dewan juri. Ide yang dibawa peserta mencakup aspek keselamatan dan efisiensi operasi, pengelolaan lingkungan serta pascatambang, hingga pemberdayaan masyarakat.

Salah satu pendekatan yang menonjol adalah pemanfaatan teknologi untuk mengantisipasi bahaya di area tambang. Dewan juri menilai para finalis tidak sekadar menawarkan gagasan, tetapi juga berupaya menjawab persoalan dengan solusi yang memiliki potensi diterapkan.

Penyelidik Bumi Ahli Muda BBPMB tekMIRA Agus Wahyudi mengatakan kualitas gagasan yang dibawa para finalis membuat proses penjurian berlangsung ketat. Ia berharap ide yang telah dikembangkan tidak berhenti sebagai karya kompetisi.

“Kami berharap ide-ide ini tidak berhenti di kompetisi, tetapi dapat terus diperjuangkan hingga tahap implementasi,” ujar Agus.

Hasil penilaian menetapkan Tim Komando dari Politeknik Negeri Balikpapan sebagai juara pertama melalui gagasan SIGAP TAMBANG, yakni sistem prediksi dan kendali otomatis berbasis AI-IoT untuk mitigasi risiko longsor pada highwall tambang batubara terbuka.

Posisi kedua diraih Miners 24 dari Universitas Tanjungpura melalui CARBON-HAUL, sebuah sistem deteksi dan prioritas perawatan haul road berbasis AI-GIS yang diarahkan untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar sekaligus menekan emisi karbon.

Sementara itu, CIRCL dari Universitas Padjadjaran meraih juara ketiga melalui gagasan pemberdayaan kelompok kompos berbasis ekonomi sirkular untuk mendukung kemandirian masyarakat di sekitar wilayah tambang Kalimantan Selatan.

Koordinator Kehumasan dan Informasi Publik Ditjen Minerba Anggita Miftah Hairani mengatakan kompetisi tersebut diharapkan menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memahami persoalan pertambangan secara lebih dekat sekaligus melatih kemampuan mereka dalam menawarkan solusi.

“Melalui Innovation Harvest, kami berharap ajang ini tidak hanya menjadi kompetisi, tetapi juga ruang bagi mahasiswa untuk belajar, memahami tantangan di sektor pertambangan, dan menghadirkan gagasan baru yang dapat dikembangkan ke depan,” ujar Anggita.

Rangkaian kegiatan selanjutnya akan ditutup melalui Puncak ESDM Goes to Campus 2026 subsektor Minerba pada 31 Agustus 2026 di Lecture Theater Universitas Lambung Mangkurat, Kalimantan Selatan. Para pemenang akan menerima penghargaan sekaligus mendapat kesempatan mempresentasikan kembali gagasan terbaik mereka.

Ajang tersebut menunjukkan bahwa penerapan good mining practice tidak hanya berkaitan dengan kepatuhan operasional, tetapi juga membutuhkan inovasi untuk menghadapi persoalan keselamatan, lingkungan, efisiensi, dan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar tambang.

Lihat di situs asli

Berita terkait