REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Jakarta Propertindo atau Jakpro (Perseroda) menuntaskan proses pengangkatan girder terakhir pada pembangunan LRT Jakarta Fase 1B (Velodrome-Manggarai). Girder terakhir itu telah terpasang di atas area double double track (DDT) Manggarai, yang menjadi salah satu titik paling kritikal dalam keseluruhan proyek.
Direktur Utama Jakpro, Iwan Takwin, mengungkapkan area DDT Manggarai telah menjadi perhatian khusus sejak awal proyek LRT Jakarta Fase 1B dimulai. Pasalnya, jalur LRT Jakarta akan berada tepat di atas jalur kereta eksisting dengan intensitas operasional yang tinggi.
Baca Juga- Naik MRT, LRT, dan Transjakarta Cuma Rp 1 Saat Puncak HUT Jakarta
- LRT Jakarta Velodrome-Manggarai Ditargetkan Beroperasi Agustus 2026
- LRT Jakarta Rute Manggarai-Dukuh Atas Ditarget Rampung Paling Lambat 2029
Karena itu, sambung dia, pengangkatan girder di kawasan Manggarai membutuhkan perencanaan matang agar operasional perkeretaapian yang terus berjalan. "Area DDT Manggarai merupakan titik kritikal terakhir dalam pembangunan LRT Jakarta Fase 1B," kata Iwan melalui keterangan pers di Jakarta, Rabu (8/7/2026).
Dengan terpasangnya girder terakhir itu, kini seluruh rangkaian pekerjaan pengangkatan girder di sepanjang koridor Velodrome-Manggarai telah tersambung 100 persen. Hal itu disebut menjadi penanda rampungnya salah satu tahapan konstruksi paling menantang dalam pembangunan LRT Jakarta Fase 1B.
Menurut Iwan, keberhasilan pengangkatan girder terakhir di titik ini menjadi capaian penting bagi seluruh tim di lapangan. Mengingat, tantangan pekerjaan itu bukan hanya pada aspek teknis konstruksi, melainkan juga koordinasi keselamatan dengan operasional perkeretaapian yang tetap berjalan.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika