REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Garuda Maintenance Facility (GMF) AeroAsia mencatat tonggak penting dalam pengembangan industri pertahanan nasional. Hal itu ditandai dengan keberhasilan modernisasi pesawat angkut berat C-130 Hercules bernomor ekor A-1319 milik TNI AU.
Modernisasi itu dilakukan untuk memperpanjang usia operasional pesawat angkut hingga 15-20 tahun. Langkah itu sekaligus meningkatkan kesiapan operasional dalam mendukung berbagai misi TNI AU.
Baca Juga- Menhan Pastikan Indonesia Bakal Kedatangan Banyak Jet Tempur
- Menhan RI Minta PT DI dan GMF Terlibat MRO Hercules di Bandara Kertajati
- Kemenhan Pastikan Bentuk Dua Batalyon Komcad di Setiap Kabupaten/Kota
Direktur Utama (Dirut) GMF Andi Fahrurrozi pun melakukan seremoni penyerahan pesawat kepada Menteri Pertahanan (Menhan) RI Sjafrie Sjamsoeddin, disaksikan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Mohamad Tonny Harjono. Andi menjelaskan, pengerjaan modernisasi meliputi Center Wing Box Replacement (CWBR), Avionic Upgrade Program (AUP), serta Structural Integrity Program (SIP).
Seluruh proses dilakukan dengan mengacu pada standar teknologi terbaru dan kebutuhan operasional global pesawat C-130. Menurut Andi, keberhasilan itu menandai A-1319 sebagai prototipe pertama yang menjalani modifikasi besar di luar fasilitas pabrikan asal Amerika Serikat (AS), Lockheed Martin.
"Penyelesaian proyek A-1319 merupakan tonggak penting bagi GMF, sekaligus bukti bahwa kapabilitas industri dalam negeri terus berkembang untuk menjawab kebutuhan pertahanan nasional," ujar Andi di Hanggar GMF, Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, Banten, Rabu (20/8/2026).
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika