Nasional

Gunung Anak Krakatau 20 Kali Erupsi, Abu Vulkanik Ganggu Pernapasan Warga

REPUBLIKA.CO.ID, LAMPUNG SELATAN -- Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencacat Gunung Anak Krakatau di Lampung Selatan, Lampung mengalami delapan kali letusan disertai semburan lava pijar...

18 Agustus 2026, pukul 12:00 WIB · dibaca 0 kali

REPUBLIKA.CO.ID, LAMPUNG SELATAN -- Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencacat Gunung Anak Krakatau di Lampung Selatan, Lampung mengalami delapan kali letusan disertai semburan lava pijar dengan status aktivitas bertahan di Level III (Siaga). Petugas Pos Pengamatan Gunungapi Anak Krakatau PVMBG Badan Geologi, Muhammad Dika Nurzaman menyebutkan bahwa aktivitas vulkanik tersebut tercatat selama periode pengamatan Ahad (16/8/2026) pukul 00.00 hingga 24.00 WIB.

"Teramati delapan kali letusan dengan tinggi 200 hingga 300 meter di atas puncak kawah, dimana warna asap teramati kelabu dan hitam. Selain letusan, juga teramati adanya semburan lava pijar," kata dia dalam laporan resmi di Jakarta, Senin (17/8/2026).

Baca Juga

Dia menjelaskan berdasarkan pengamatan visual, Gunung Anak Krakatau terlihat jelas hingga tertutup kabut. Asap kawah teramati berwarna putih, kelabu, hingga hitam dengan intensitas tipis, sedang, hingga tebal serta membubung setinggi 10 sampai 300 meter di atas puncak.

Dari segi kegempaan, instrumen PVMBG merekam delapan kali gempa letusan dengan amplitudo 43-60 mm berdurasi 34-59 detik, 46 kali gempa hembusan, 10 kali tremor harmonik, serta 11 kali gempa hybrid/fase banyak. Aktivitas tremor menerus atau microtremor juga dilaporkan terekam dengan amplitudo dominan 20 mm.

Merespons tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau yang masih berstatus Siaga, PVMBG mengeluarkan rekomendasi ketat bagi masyarakat maupun wisatawan. PVMBG Badan Geologi mengimbau masyarakat, pengunjung, wisatawan, serta pendaki untuk tidak mendekati Gunung Anak Krakatau atau melakukan aktivitas apapun dalam radius aman tiga kilometer dari kawah aktif guna mengantisipasi bahaya lontaran material vulkanik.

Loading... sumber : Antara
Lihat di situs asli

Berita terkait